Ganjar Sebut Masyarakat Jawa Punya 'Ilmu Titen' untuk Mitigasi Bencana

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan sesepuh Sedulur Sikep Samin, Mbah Lasiyo, di Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Kabupaten Blora, Rabu, 10 November 2021.
Sumber :
  • ANTARA

VoxPop – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan pentingnya sistem peringatan dini atau early warning system dalam upaya mengurangi risiko bencana yang terjadi pada musim hujan.

img_title Hujan Deras Jadi Penyebab Banjir di Kota Padang, Tim SAR Imbau Warga Waspada Bencana

"Hal yang paling penting dalam kesiapsiagaan adalah edukasi seperti halnya menggunakan 'early warning system'," katanya di Semarang, Rabu.

Ganjar berpendapat bahwa masyarakat harus memahaminya jika bencana itu disebabkan kondisi alam sehingga dengan demikian, manusia harus berharmonisasi terhadap alam dan lingkungan sekitar.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

"Kepedulian terhadap alam, harus didorong kepada masyarakat untuk lebih peduli, misalnya dengan mencegah melalui pendidikan dan pelatihan," ujarnya.

Selain itu, semua pihak juga bisa dilibatkan karena memiliki beragam metode untuk cara untuk menyampaikan kepada masyarakat, bahkan desa tanggap bencana pun dapat terwujud di berbagai daerah rawan bencana yang ada di Jateng.

img_title Korban Tewas Gempa M 7,1 di Jepang Bertambah Jadi 30 Orang, 10.000 Orang Mengungsi-Kereta Shinkansen Setop Operasi

Ganjar menyebutkan kearifan lokal masyarakat di Jawa Tengah terkait dengan mitigasi bencana sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu.

"Sebagai kearifan lokal, sebenarnya kita sudah memiliki cara mitigasi bencana, namanya: ilmu titen, seperti ketika hewan turun dari gunung, masyarakat sudah bersiap-siap akan terjadi gunung meletus atau erupsi; jika pintu dan jendela rumah tidak bisa dibuka atau ditutup, berarti ada gempa; bahkan di Pemalang, jika terjadi gempa, masyarakat akan menancapkan alat penumbuk beras atau 'alu janda' ke empat sudut desa agar gempa berhenti," katanya.

Proses pencarian korban longsor di Brebes, Jawa Tengah.

Photo :

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jawa Tengah Safrudin menambahkan, pihaknya sudah mendata seluruh kekuatan kebencanaan di provinsi itu. Sebanyak 9.631 personel dengan berbagai kecakapan kebencanaan disiagakan dan sejumlah peralatan pendukung sudah disiapkan di semua daerah.

Aparat BPBD di semua daerah di Jawa Tengah, katanya, sudah menggelar apel siaga sebagai bentuk kesiapsiagaan mereka. Begitu pula penyiapan sumber daya manusia pendukung dan logistik.

Safrudin mengatakan bahwa tidak hanya banjir dan tanah longsor, musim hujan pada tahun 2021 juga diwaspadai adanya bencana banjir bandang yang berpotensi terjadi di Jawa Tengah. (ant)

Bupati Pati Sudewo Ditahan KPK

Rapor Merah KPK untuk Jawa Tengah: 5 Bupati Ditangkap karena Korupsi Sejak Awal 2026

Setidaknya sejak awal tahun 2026, sudah ada enam Bupati di Jawa Tengah (Jateng) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena terlibat dalam kasus korupsi

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut