Petaka Maut 2021: Lindu Sulawesi, Amuk Badai Seroja, Semeru Meleduk
- ANTARA
VoxPop – Ratusan orang meninggal dunia, belasan ribu warga terluka, dan ratusan ribu lainnya mengungsi akibat sejumlah bencana alam yang mematikan di beberapa wilayah di Indonesia sepanjang tahun 2021. Daya rusak malapetaka alam itu--meliputi gempa bumi, tanah longsor, banjir, banjir bandang, badai, letusan gunung api--begitu mengerikan sampai cukup banyak korban jiwa dan materi maupun nonmateri.
Sebagian di antara musibah itu tak terprediksi, terjadi begitu tiba-tiba. Ada juga yang telah diprakirakan dan sudah ada peringatan dini dari otoritas pemerintah. Tetapi, sayangnya, ada yang lalai melakukan mitigasi, atau tak cukup waktu untuk mencegahnya dan menghindari jatuh korban.
Bencana-bencana itu merentang sejak permulaan sampai pengujung tahun 2021. Sebagian terjadi akibat perubahan musim dan perubahan iklim dan sebagian yang lain karena gejala alamiah. Wilayahnya meliputi ujung barat sampai timur Indonesia. Sekadar disebutkan berdasarkan peristiwa yang paling banyak menimbulkan korban, di antaranya:
1. Gempa besar di Sulawesi Barat
Pada pertengahan Januari 2021, gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Barat. Pusat lindu besar pada pukul 13.35 WIB itu diketahui berada di 2.99 Lintang Selatan dan 118.89 Bujur Timur, atau 4 kilometer Barat Laut Majene, dengan kedalaman 10 kilometer.
Sekolah rusak akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Sulawesi Barat
- VoxPop/Syaefullah
Getaran kuat gempa itu dirasakan sekurang-kurangnya di tiga kabupaten di Sulawesi Barat, antara lain di Majene, Mamuju, dan Polewali Mandar. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam bencana itu, sebanyak 101 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 11.124 jiwa terluka, dan lebih dari 95.157 warga mengungsi di ratusan lokasi pengungsian.
Menurut catatan BNPB, sebanyak 16.293 rumah rusak dampak guncangan keras gempa itu. Rumah-rumah rusak paling banyak di Kabupaten Mamuju, antara lain 2.054 rumah rusak berat, 3.843 rumah rusak sedang, dan 5.526 rumah rusak ringan.
2. Tanah longsor di Sumedang dan Nganjuk
Musibah tanah longsor dengan jumlah korban terbanyak tercatat terjadi di dua daerah berbeda dan waktu terpisah, yaitu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada 9 Januari, kemudian di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 14 Februari. Total korban tewas dalam musibah longsor di kedua daerah itu 59 orang.
