Wantimpres Agung Laksono Puji Pengendalian Demografi Penduduk Lewat KB

Anggota Wantimpres, HR Agung Laksono
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop Nasional – Program Keluarga Berencana atau KB, hingga saat ini masih terus berlanjut. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Agung Laksono, menilai cukup baik untuk program tersebut terus dilanjutkan saat ini. 

img_title Lampaui Target Kinerja 2025, Layanan Data Kependudukan Dukcapil Terus Terintegrasi

Terlebih lagi, Indonesia bisa berinovasi dengan berbagai temuan baru dalam pengembangan program KB tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi lahirnya alat kontrasepsi KB susuk satu batang buatan lokal pertama di dunia dalam memperkuat program pengedalian kependudukan dan ini merupakan program yang sejalan dengan program negara dan program strategis soal kependudukan," kata Agung, Jumat 16 Desember 2022.

img_title Sampaikan Bela Sungkawa soal Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II, AHY: Segera Investigasi!

Itu disampaikannya, dalam acara Launching Susuk KB Batang atau Monoplant, Inovasi Indonesia dan Pertama di Dunia.

Dijelaskannya Agung, tetap menjalankan program KB adalah pilihan tepat buat pemerintah. Terutama untuk pengendalian laju jumlah penduduk.

img_title Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

Dengan inovasi terbaru penggunaan alat susuk batang produksi PT. Tirtayasa Nagamas Farma, menurutnya cukup baik. Sebab telah ikut memberikan sumbangsih dalam program KB. Ke depan, dia berharap bisa menjadi pemicu munculnya alkes lainnya.

“Saya berharap hal ini bisa merangsang industri dalam negri yang lain, agar tidak tergantung dengan produk kesehatan dari luar negeri,” harapnya. 

Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana, dr.H. Zamhir Setiawan menyambut baik produk buatan dalam negeri tersebut. Mengingat selama ini hanya bisa mengandalkan produk import. 

"Sehingga kami menyambut baik produk buatan dalam negeri yang pastinya harus sudah memenuhi persyaratan," ujarnya.

Sedangkan Ketua Ikatan Bidan Indonesia atau IBI, DR Emi Nurjasmi, menjelaskan bahwa produk buatan Indonesia ini sebenarnya mempermudah para bidan. 

“Bidan merupakan garda terdepan dimana 82 % periksa kehamilan oleh bidan total kelahiran 5 juta kehamilan artinya 4 juta lebih persalinan normal dilakukan /ditolong oleh bidan. Implant satu batang ini memudahkan tugas bidan yang tadi 6 batang lalu 3 batang dan satu batang. Kami selaku user sangat terbantu dan menyambut baik apalagi bagi perempuan," ungkapnya. 

Menkomdigi Meutya Hafid.

Meutya Hafid Bantah Pemerintah Larang Media untuk Liput Demo, Begini Penjelasannya

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah tidak pernah membatasi media massa untuk meliput dan mewartakan aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut