Sejumlah Tokoh di Bogor Desak Pemkab dan Pemkot Buat Aturan Larangan Aktivitas LGBT
- VoxPop/Muhammad AR
Pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di Bogor jangan sampai sengaja diam dalam melihat kezaliman yang sudah nyata terjadi di depan mata, Fitrah menegaskan pernyataan sikap itu. "Seakan-akan menantang dan menunggu datangnya sanksi azab Allah SWT berupa bencana alam sebagaimana kisah kaum Luth," katanya.
Dalam forum diskusi ini, Majelis Ukhuwah Bogor Raya juga membuat tiga pernyataan lain, yakni menolak pembangunan Rumah Ssakit Mitra Keluarga di Jalan Sholeh Iskandar, menolak pengesahan KUHP, dan mendukung kepemimpinan yang islami dan meneladani Rasullullah Muhammad.
Ilustrasi LGBT
- Pixabay/ Wokandapix
Kegiatan itu dihadiri tokoh seperti Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafidhuddin, pimpinan Majelis Syifa Lil Mukminin Habib Ahmad Al Munawar, mantan rektor UIKA Dr Ending Bahrudin, Forum Doktor Islam Indonesia Dr. Ahmad Sastra, Ketua Pembina Jalinan Alumni Timur Tengah Muhyiddin Junaidi.
Tampak juga mantan menteri pertanian Suswono, Ketua Dewan Dakwah Kota Bogor Abdul Halim, Ketua Forum Masyarakat Peduli Bogor Fitrah Ashab, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath, Ketua Forum Sinergi Muslim Imam Syafi'i, dan sejumlah ulama Bogor seperti Endy Kusuma dan Badruddin Subhky.
