Diduga Salah Suntik, Bayi Meninggal Pendarahan di RSUD Labuang Baji
- Istimewa/VoxPop
Munawir mengaku, pihaknya telah merawat pasien tersebut sesuai dengan SOP. Sehingga, dia pun memastikan jika pasien anak itu meninggal dunia di RS Labuang Baji bukan karena salah suntik.
“Kita udah beri penanganan awal pendarahan itu dan sudah berlangsung bagus, lalu kita transfusi darah setelah itu. Saya pastikan bukan salah suntik karena gak ada suntikan masuk ke dalam,” ungkapnya
Lebih lanjut, Munawir menambahkan, penyebab bayi itu meninggal karena adanya penyumbatan usus. Hal itu kemudian mengalami infeksi. Namun Munawir tak membantah bahwa pendarahan tersebut menjadi salah satu penyebab meninggalnya bayi berusia 1 bulan 21 haru tersebut.
“Untuk kasus dengan sumbatan usus karena sepsis atau infeksi yang masuk ke pembuluh darah. Artinya, kalau sudah begitu, tindakan kita harus menghentikan sumber infeksi itu dan itu dari sumbatan ususnya itu,” ungkapnya.
"Kalau saya bisa jadi meninggal karena pendarahan karena anaknya masih akan kita melakukan pelacakan kenapa bisa berdarahnya banyak dan itu terjadi di perawatan, tidak berlangsung berterus-terusan. Seandainya mungkin dari IGD, terus kemudian berdarah. Itu masih kita lacak apakah ada gangguan," sambungnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Labuang Baji, dr Haris Nawawi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Bayi Al Fatan yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD Labuang Baji. Dia pun mengaku pihaknya akan memberikan pelayanan dan membuka akses komunikasi kepada keluarga almarhum.
“Kami pihak Labuang Baji memberikan fasilitas ambulans gratis untuk dibawa ke kampung halamannya, yang seharusnya ambulans tersebut tidak ditanggung BPJS. Selain itu kami juga membuka akses komunikasi terhadap keluarga bayi tersebut,” katanya
Hingga kini, bayi malang itu telah diserahkan ke pihak keluarga. Selanjutnya pihak keluarga akan memakamkan bayi itu ke Kabupaten Jeneponto.
