Diduga Salah Suntik, Bayi Meninggal Pendarahan di RSUD Labuang Baji

Keluarga pasien bayi meninggal di RSUD Labuang Baji, Makassar
Sumber :
  • Istimewa/VoxPop

VoxPop Nasional – Seorang bayi bernama Al Fatan di Kota Makassar meninggal dunia saat ditangani oleh petugas medis di RSUD Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

img_title Jual Bayinya 8 Bulan ke Suku Pedalaman, Ayah di Jambi Jadi Tersangka

Bayi yang masih berusia satu bulan lebih 20 hari itu menghembuskan nafas terakhir karena diduga salah suntik hingga mengalami pendarahan hebat dan kehilangan banyak darah.

Menurut informasi, bayi malang itu awalnya mendapat pertolongan medis di RSUD Labuang Baji meski masih dalam keadaan belum sadar. Oknum perawat saat itu diduga hendak mengambil sampel darah bayi tersebut, namun oknum perawat kesulitan menemukan urat nadi, hingga menyuntik berkali-kali dan terjadi pendarahan.

img_title Dulu Jadi Korban Perdagangan, Kini Orangutan Wenda Lahirkan Anak di Hutan Aceh

Pasien bayi meninggal pendarahan di RSUD Labuang Baji, Makassar

Photo :
  • Istimewa/VoxPop

Berselang beberapa saat, bayi Al Fatan akhirnya menghembuskan nafas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia, pada Selasa 28 Februari 2023 sore akibat pendarahan hebat tersebut.

img_title Polisi Buru Penelantar Bayi yang Ditemukan di Toilet KA Sancaka

Pihak RSUD Labuang Baji melalui Komite Medic RSUD Labuang Baji, dr Ummu Atia menberikan klarifikasi terkait kasus  tersebut.

Menurutnya, bahwa bayi Al Fatan merupakan pasien yang dirujuk dari Rumah Sakit Pertiwi Makassar. Almarhum awalnya masuk di IGD RSUD Labuang Baji pada pukul 17.00 WITA, Senin 28 Februari 2023. Saat itu keluhannya almarhum mengalami sumbatan di usus bawah.

“Jadi pasien anak ini awalnya masuk di IGD karena rujukan dari RS Pertiwi Makassar. Saat kami terima ada foto rontgen dari rumah sakit sebelumnya, di situ terlihat adanya sumbatan di usus bawah,” ungkap Ummu kepada wartawan, Selasa 28 Februari 2023.

Ummu menyebutkan, tekanan darah Hemoglobin (HB) pasien tersebut hanya menunjukkan 6, sementara dalam sejatinya bayi yang usianya seperti demikian harusnya HB-nya 12. Berangkat dari situ, pihak RS pun menangani bayi tersebut dengan melakukan transfusi darah.

“Di RS sebelumnya kan sudah ambil sampel darah dari sebelah kiri, jadi kami di Labuang Baji diambil dari sebelah kanan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Dokter Spesial Bedah Anak RSUD Labuang Baji, dr Munawir menanggapi dugaan salah suntik. Dia menegaskan informasi yang beredar itu merupakan hal yang keliru. Menurutnya, para petugas medis tidak ada melakukan aktivitas penyuntikan ke korban.

Keluarga pasien bayi meninggal di RSUD Labuang Baji, Makassar

Photo :
  • Istimewa/VoxPop

“Jadi di sini kami juga beri klarifikasi jika hal tersebut murni bukan salah suntik. Jadi memang posisinya pada bekas pengambilan sampel darah di rumah sakit sebelumnya (RS Pertiwi), itu yang berdarah dan itu kita hentikan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut