RI Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Jokowi: Jangan Habiskan Energi Saling Menyalahkan

Presiden Jokowi.
Sumber :
  • VoxPop/Mohammad Yudha Prasetya

VoxPop Nasional – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak tidak saling menyalahkan pasca FIFA resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U-20 2023.Jokowi juga mengajak semua pihak untuk tidak berlarut dalam perasaan sedih dan menatap masa depan.

img_title Kata Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam

"Tapi, jangan menghabiskan energi untuk saling menyalahkan satu sama lain, dan sebagai bangsa yang besar, kita harus melihat ke depan jangan melihat ke belakang," kata Jokowi dikutip dari pernyataan persnya, Kamis, 30 Maret 2023.

Presiden Jokowi.

Photo :
  • Youtube Setpres
img_title Erick Thohir Pastikan Pemilihan Asprov PSSI Digelar Serentak Oktober-November 2026

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, peristiwa ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bagi semua pihak, terkhusus dunia sepak bola di Indonesia.

"Jadikan hal ini sebagai pembelajaran berharga bagi kita semuanya, bagi persepakbolaan nasional indonesia," katanya.

img_title Erick Thohir Ungkap Pendapatan Liga Indonesia Tembus Rp705 Miliar per Musim

Akui Tetap Merasa Kecewa dan Sedih

Kendati demikian, Jokowi juga merasakan kecewa dan kesedihan atas keputusan FIFA tersebut. Namun, dia mengatakan, keputusan FIFA itu tetap harus dihormati.  

"Kita harus menghormati keputusan tersebut. Saya tahu keputusan ini membuat banyak masyarakat kecewa, saya pun sama juga merasakan hal itu, kecewa dan sedih," tutur Jokowi.

Sebelumnya, FIFA resmi mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Mereka mengumumkannya pada Rabu malam WIB 29 Maret 2023. Dalam keterangannya, keputusan ini diambil setelah ada pertemuan antara Presiden FIFA, Gianni Infantino dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Namun, dalam surat resmi FIFA, Badan Sepakbola Dunia itu sama sekali tidak menyebutkan soal penolakan Israel dalam keputusan mereka.

FIFA malah menyebut tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Oktober 2022 silam.  Menurut FIFA, Indonesia masih dalam proses transformasi sepakbola.

Isu yang membuat FIFA berpikir untuk mengambil keputusan tegas. Bahkan disebut bakal ada potensi sanksi yang diberikan mereka kepada PSSI.

FIFA ingin menggarisbawahi bahwa terlepas dari keputusan tersebut, tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan dengan dukungan pemerintah Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepakbola Indonesia pascatragedi yang terjadi pada Oktober 2022.

"Anggota tim FIFA akan terus hadir di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang dan akan memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada PSSI, di bawah kepemimpinan Presiden Thohir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut