Dua Pekerja Migran Asal Sulsel Disiksa di Arab Saudi Sampai Muntah Darah

Ilustrasi Buruh Migran .
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop Nasional – Dua pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami penyiksaan oleh majikannya di Arab Saudi. Parahnya, satu orang dilaporkan mengalami muntah darah akibat penyiksaan yang dialami.

img_title Terungkap! 3 WNI Korban TPPO Dipulangkan dari Libya dalam Kondisi Sakit, 41 Orang Masih Tertahan

Kedua pekerja migran asal Sulsel itu bernama Arsi (34), warga warga Kampung Ceppaga, Desa Barugae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sementara satu lainnya diketahui bernama Andi Halimah (24), warga Jalan Anggrek, Kelurahan Pacongang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Pinrang Andi Haeriah, menuturkan, pihaknya sementara mengurus kedua pekerja migran tersebut. Hanya saja, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI).

img_title Desakan Pembukaan Penempatan PMI Menguat, Asosiasi dan Organisasi Sipil Minta Jalur Legal Segera Dibuka

"Benar, kami sudah dapatkan kabar bahwa ada 2 tenaga kerja asal Pinrang di Arab Saudi yang mengalami penyiksaan oleh majikan. Tapi kami belum dapat surat resmi dari BP2MI," ungkap Haeriah saat dimintai konfirmasi, Kamis 4 Mei 2023.

Dia menjelaskan, kedua pekerja migran itu masing-masing bernama  Andi Halimah (24) dan Arsi (34). Keduanya merupakan warga asal Pinrang. Satu dari mereka yakni Arsi sementara dalam proses pemulangan ke Indonesia sedangkan Andi Halimah masih berada di Arab Saudi.

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

"Jadi kami sudah dapat kabar yang atas nama Arsi sudah dikembalikan sedangkan Andi Halimah ini masih sementara diupayakan," bebernya.

Dia mengungkapkan, bahwa kondisi salah satu dari mereka mengalami kekerasan cukup parah. Satu orang yakni Andi Halimah saat ini mengalami muntah darah.

"Kami dapat video dan kabar kalau dia disiksa di sana sampai muntah darah. Jadi intinya kami di Disnakertrans sedang mencari solusi terkait kepulangan Andi Halimah," jelasnya.

Saat ini, Haeriah mengaku sementara berusaha mencari solusi untuk segera memulangkan pekerja migran itu. Pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BP2MI. Sebab sejauh ini data lengkap yang bersangkutan belum didapatkan.

"Tetap kita usahakan mereka pulang. Dan kami koordinasi ke BP2MI Makassar soal proses pemulangannya. Kita harap pihak keluarga juga kalau bisa melapor ke kami," terangnya.

Informasi yang dihimpun, kedua pekerja ini migran ini ternyata berangkat secara ilegal. Keduanya berangkat tahun 2022 lalu dengan iming-iming gaji tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut