Dua Pekerja Migran Asal Sulsel Disiksa di Arab Saudi Sampai Muntah Darah
- Istimewa
Kemudian mereka dipekerjakan di dua rumah majikan yang berlantai tiga. Di rumah majikannya itu, ia kerap diperlakukan tidak manusiawi. Sehari-hari mereka hanya diberi makan roti oleh majikannya. Bahkan kerjanya tidak dikurangi selama bulan suci ramadhan kemarin.
Selama bekerja, mereka hanya mendapatkan gaji di awal bekerja. Padahal saat mereka direkrut oleh warga Pinrang bernama Hj Hania atau Nia mereka diiming-imingi gaji tinggi senilai Rp 6 juta. Tapi, sewaktu gajian pertama itu cuma Rp 4 juta yang diperoleh.
Parahnya, salah satu dari mereka bernama Halima yang punya penyakit maag. Saat di Arab Saudi, ia berungkali muntah darah. Kekerasan fisik dan verbal pun kerap mereka rasakan dari majikannya.
Kendati begitu pihak keluarga kedua pekerja migran tersebut berharap pemerintah bisa membantu memulangkan keduanya
