Jauh dari Target, Baru 34 Persen UMKM Indonesia yang Gabung ke Ekosistem Digital

Wali Kota solo, Gibran Rakabuming dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Sumber :
  • VoxPop: Surya Aditiya

Solo – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki Mengungkap baru 22 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terhubung ke ekosistem digital dari target 30 juta di 2024 mendatang.

img_title Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Kalinya, Minta Status Cekal Dibatalkan

“Jumlah tersebut 34 persen dari keseluruhan UMKM di indonesia,” ujar Teten dalam acara Hari UMKM Nasional di Puro Mangkunegaran, Solo Sabtu, 12 Agustus 2023.

Dawet Telasih Yu Dermi Solo

Photo :
  • VoxPop: Surya Aditiya
img_title Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

Teten mengajak para UMKM untuk mulai masuk ke dalam ekosistem digital, agar pasar digital tidak hanya diisi oleh produk-produk yang dikirim dari luar negeri. “Kami harus mendorong kebijakan ini agar semua produk UMKM lokal dan konsumen kita terlindungi,” kata dia

Untuk mencegah peredaran produk dari luar negeri terus bertambah, pemerintah mewajibkan seluruh produk harus mencantumkan keterangan negara asal, label halal dan keterangan lain berbahasa Indonesia.

img_title Rumah BUMN Pertamina Perluas Akses Pasar hingga Dorong Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tengah

“Produk dari produsen luar negeri ke konsumen dalam negeri, ini harus kita batasi, jangan sampai ada predatory pricing, karena itu kita usulkan minimum 100 dolar yang boleh masuk ke Indonesia,” ungkap Teten

“Presiden sudah menyampaikan, produk produk yang sudah bisa kita bikin, kita gak perlu lagi impor. hal-hal itu penting untuk kita lakukan saat ini,” sambungnya

Lebih lanjut, Teten mengungkap Presiden Jokowi berpesan untuk melibatkan UMKM dan Koperasi dalam kontrak hilirisasi nasional, agar para UMKM tidak hanya mengekspor barang mentah ke luar negeri.

“Presiden tidak ingin kita ekspor barang mentah atau barang setengah jadi lagi, tapi harus barang jadi atau barang setengah jadi yang memiliki nilai tambah, dan UMKM kita harus mampu memproduksi produk-produk substitusi impor,” ungkapnya

Ilustrasi/Kerajinan miniatur ekspor

Photo :
  • ANTARA/Sigid Kurniawan

“Pemerintah sudah menerapkan substitusi impor untuk belanja pemerintah, yakni sebanyak 40 persen APBN dan APBD harus membeli produk lokal. Kebijakan ini akan konsisten dilaksanakan untuk mendorong investor luar negeri untuk investasi di tanah air,” sambungnya

Untuk mensukseskan program ini, Teten meminta kepada kepala daerah untuk mengkaji keunggulan domestik masing-masing daerahnya, seperti hasil pertanian, perkebunan atau hasil laut untuk dilakukan pelatihan.

“Gak boleh lagi cuma ekspor bahan mentahnya, kita harus olah!” imbuhnya

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut