Suara Misterius Dalam Perut Bumi di Sumenep Madura, 2 Kemungkinan Menurut Ahli Geologi

Suara dentuman terdengar (foto ilustrasi)
Sumber :

Kejadian alam itu direkam dengan video telepon pintar oleh warga setempat dan tersebar melalui jejaring WhatsApp. Dalam video, terdengar suara seperti tumbukan orang tengah menggali tanah atau dentuman dari dalam tanah di dekat rumah seorang warga. Tempo suara misterius itu terdengar teratur.

img_title Mulai Senin 3 Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Kalsel

Sebagian warga berkerumun di jalan kecil dan melihat titik suara misterius tersebut. Sebagian yang lain mengevakuasi sejumlah barang dari dalam rumah sekitar suara misterius itu. Ada juga sebaran rekaman suara warga di jejaring WhatsApp yang memperdengarkan suara kepanikan warga.

"Siapa pun teman-teman yang punya link untuk menghubungi ke Daerah Sumenep, tanggap bencana, mohon segera datangkan ke Desa Moncek Tengah. Karena kami sedang gawat darurat, karena tanahnya engak se rembessah ka bhebheh tanahan (karena tanahnya seperti mau ambles)," suara di voicenote yang beredar.

img_title KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Asap Hitam Membumbung ke Udara

Qudsiyanto, warga setempat yang dihubungi VoxPop, membenarkan peristiwa alam itu. 

"Suara dentuman itu sekitar sepuluh harian. Tapi tidak terus berbunyi dan sebelumnya tidak begitu besar [suara]-nya. Suaranya muncul hilang, muncul hilang," katanya.

img_title El Nino Makin Kuat, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Indonesia Terkini

"Dentuman yang sangat terasa itu tadi pagi jam tujuan sampai zuhur. Itu dentumannya sampai terasa dan getarannya lumayan. Tapi itu hanya di satu titik. Kalau kita berjarak lima meter dari titik tersebut, itu terasa. Suaranya terdengar jelas. Kalau jarak 10 meter agak samar-samar tapi masih terasa (terdengar suaranya dan getarannya)," imbuh Qusiyanto.

Kepala Kepolisian Sektor Lenteng, Ajun Komisaris Polisi Bondan Wibowo, menuturkan, titik suara misterius itu berada di permukiman warga di kawasan perbukitan. Tidak kegiatan penggalian tanah atau proyek di desa setempat. "Kalau soal penyebabnya apa, nanti akan dijelaskan oleh pihak yang terkait," katanya.

Berdasarkan data dari Kepolisian Resor Sumenep yang diperoleh wartawan, getaran dari kejadian alam itu dirasakan di lima rumah warga, yakni rumah Jakfar, Jazuli, Badrun, Ramli, dan Naim. Hingga berita ini selesai ditulis, suara dan getaran sudah tak terasa lagi.

"Namun, sekarang getaran atau ketukan sudah berhenti. Petugas mengimbau kepada warga sekitar untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman," tulis keterangan dari Polres Sumenep.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut