Terpopuler: Respons Menohok KSAD dan Mantan Panglima TNI atas Kasus Boyolali, PDIP Ultimatum Jokowi
- Dok Prabowo
RoundUp – Ada tiga artikel terpopuler dari kanal News VoxPop.co.id yang tayang sepanjang Minggu (7/1/2024) kemarin. Ketiga artikel tersebut terkait respons pejabat TNI atas peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI kepada relawan Ganjar di Boyolali dan tanggapan petinggi PDIP atas pertemuan Jokowi dan Prabowo.
Ketiga respons tersebut datang dari KSAD Marulis Simanjuntak, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Ketua Badan Kehormatan PDIP, Komarudin Watubun. Berikut tiga berita terpopulernya:
KSAD Maruli Simanjuntak Sebut Relawan Ganjar Mabuk Sebelum Kejadian di Boyolali
VoxPop Militer: KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
- Istimewa/Viva Militer
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut buka suara soal kesaksian salah seorang korban penganiayaan oknum TNI di Boyolali, Jawa Tengah. Relawan Ganjar Pranowo yang bernama Slamet Andono mengatakan bahwa dia dimasukan ke markas Yonif 408/Suhbrasta.
Ia juga mengaku ditutup menggunakan kaos dan dipukuli. Ketika itu, dia mendengar suara rekan-rekannya menjadi korban penganiayaan. Dia juga mengatakan bahwa ada rekannya yang dianiaya dengan menggunakan batu.
“Dia kan kondisi mabuk, tanyakan saja sama orang rumah sakit. Ya kalau pakai batu, masak seminggu sembuh. Pasti hancur kalau pakai batu. Itu akan terungkap di sidang. Dia punya pembelaan, nanti kita juga ada pembelaan. Jangan dihiperbolakan (dibesar-besarkan-red),” paparnya dalam acara Rosiana Silalahi di Kompas TV.
2.Soroti Pengeroyokan Relawan Ganjar di Boyolali, Gatot Nurmantyo: Saya Tak Yakin Dipukul Batu
Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo
- Repro video.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyoroti kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Gatot menyebut prajurit TNI itu sebenarnya tak mudah marah jika memang tak ada pemicunya. Ia pun meminta agar seluruh pihak tak mem-politisasi peristiwa pengeroyokan tersebut.
"TNI itu organisasi, bukan gerombolan, bukan orang yang mudah marah. Kejadian konvoi itu, dari 06.30, itu bolak balik. Jadi, tolong kita sama-sama jangan mem-politisasi ini," ujar Gatot dikutip dari akun instagram resminya, Minggu 7 Januari 2024.
