Perusahaan Tambang Batu Bara Bangun Hutan Hujan Tropis di IKN

Konsep Bangun Hutan Hujan Tropis di IKN
Sumber :
  • Jhovanda (Kalimantan Timur)

Kalimantan Timur – Ingin menjadi bagian dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dua Perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim) bergabung membangun hutan hujan tropis Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).

img_title Indonesia Dorong Negara ASEAN Perkuat Hak Kelola Hutan untuk Masyarakat

Masing-masing adalah Perusahaan Indo Tambangraya Megah (ITM) dan Multi Harapan Utama (MHU). Kedua perusahaan itu menyumbang ribuan bibit pohon dan menanam di lokasi miniatur hutan hujan tropis. Tidak tanggung-tanggung, bibit yang disiapkan kedua perusahaan ini adalah bibit-bibit pohon endemik Kalimantan. Selain itu adapula bibit pohon buah-buahan untuk melengkapi penanaman di kawasan budidaya pangan.

Konsep Bangun Hutan Hujan Tropis di IKN

Photo :
  • Jhovanda (Kalimantan Timur)
img_title Pria 27 Tahun Hilang di Hutan Kolam Asahan Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Direktur Keberlanjutan dan Manajemen Risiko PT ITM, Ignatius Wurwanto mengatakan pihaknya sepakat ikut membangun IKN karena komitmen menjaga kelestarian hutan di Indonesia. “Sebagai perusahaan yang bekerja di kawasan hutan, ada kewajiban merehabilitasi lahan bekas tambang. Tapi di atas itu, ada kewajiban yang lebih penting yaitu menjaga kelestarian hutan di Indonesia,” paparnya.

Dijelaskan dia, pembangunan Hutan Hujan Tropis di IKN adalah harapan baru dalam pemulihan degradasi hutan selama ini di Kalimantan. Sebagai salah satu provinsi penghasil hutan hujan tropis, Ignatius berharap Kaltim kembali menghutan seperti sedia kala dimulai dari IKN.

img_title Habiskan Anggaran Rp3,1 Triliun, Pembangunan Gedung MK dan KY di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

“Kami sadar, Kalimantan adalah salah satu dari tiga daerah penghasil hutan hujan tropis di dunia. Kita harus lestarikan itu, kita kembalikan dan kita reforestasi untuk pemulihan ekosistem hutan,” sebutnya.

Sementara itu General Manager (GM) Minning Support PT MHU, Wijayono Sarosa mengungkapkan keterlibatan Perusahaan tambang dalam pembangunan IKN didasari pembangunan kota hutan berkelanjutan diwujudkan melalui pengalokasiaan 65% wilayah IKN sebagai kawasan lindung. Sebelumnya MHU sendiri telah merancang pembangunan kawasan hutan lindung seluas 1000 hektar di IKN.

Pembangunan IKN Nusantara dari Titik Nol

Photo :
  • vstory

“Awalnya MHU membangun kawasan hutan lindung di IKN seluas 1000 hektar. Pada saat kita rancang, ada permintaan dari OIKN untuk ikut membangun miniatur hutan hujan tropis di area glamping. Jadi kami bangun 30 hektar hutan di kawasan miniatur ini,” ungkapnya.

Dalam pemilihan bibit, MHU mengandalkan pakar hutan hujan tropis dari Universitas Mulawarman. Bibit-bibit pohon yang ditanam harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang merupakan bekas tanaman hutan industri yaitu eukaliptus.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut