Perusahaan Tambang Batu Bara Bangun Hutan Hujan Tropis di IKN
- Jhovanda (Kalimantan Timur)
Kalimantan Timur – Ingin menjadi bagian dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dua Perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim) bergabung membangun hutan hujan tropis Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).
Masing-masing adalah Perusahaan Indo Tambangraya Megah (ITM) dan Multi Harapan Utama (MHU). Kedua perusahaan itu menyumbang ribuan bibit pohon dan menanam di lokasi miniatur hutan hujan tropis. Tidak tanggung-tanggung, bibit yang disiapkan kedua perusahaan ini adalah bibit-bibit pohon endemik Kalimantan. Selain itu adapula bibit pohon buah-buahan untuk melengkapi penanaman di kawasan budidaya pangan.
Konsep Bangun Hutan Hujan Tropis di IKN
- Jhovanda (Kalimantan Timur)
Direktur Keberlanjutan dan Manajemen Risiko PT ITM, Ignatius Wurwanto mengatakan pihaknya sepakat ikut membangun IKN karena komitmen menjaga kelestarian hutan di Indonesia. “Sebagai perusahaan yang bekerja di kawasan hutan, ada kewajiban merehabilitasi lahan bekas tambang. Tapi di atas itu, ada kewajiban yang lebih penting yaitu menjaga kelestarian hutan di Indonesia,” paparnya.
Dijelaskan dia, pembangunan Hutan Hujan Tropis di IKN adalah harapan baru dalam pemulihan degradasi hutan selama ini di Kalimantan. Sebagai salah satu provinsi penghasil hutan hujan tropis, Ignatius berharap Kaltim kembali menghutan seperti sedia kala dimulai dari IKN.
“Kami sadar, Kalimantan adalah salah satu dari tiga daerah penghasil hutan hujan tropis di dunia. Kita harus lestarikan itu, kita kembalikan dan kita reforestasi untuk pemulihan ekosistem hutan,” sebutnya.
Sementara itu General Manager (GM) Minning Support PT MHU, Wijayono Sarosa mengungkapkan keterlibatan Perusahaan tambang dalam pembangunan IKN didasari pembangunan kota hutan berkelanjutan diwujudkan melalui pengalokasiaan 65% wilayah IKN sebagai kawasan lindung. Sebelumnya MHU sendiri telah merancang pembangunan kawasan hutan lindung seluas 1000 hektar di IKN.
Pembangunan IKN Nusantara dari Titik Nol
- vstory
“Awalnya MHU membangun kawasan hutan lindung di IKN seluas 1000 hektar. Pada saat kita rancang, ada permintaan dari OIKN untuk ikut membangun miniatur hutan hujan tropis di area glamping. Jadi kami bangun 30 hektar hutan di kawasan miniatur ini,” ungkapnya.
Dalam pemilihan bibit, MHU mengandalkan pakar hutan hujan tropis dari Universitas Mulawarman. Bibit-bibit pohon yang ditanam harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang merupakan bekas tanaman hutan industri yaitu eukaliptus.
