Makian Gara-gara Perbedaan Hilal Berujung Bui, Sesal Kemudian

Polisi Tetapkan Tersangka Andi Pangerang Hasanuddin
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

JakartaPerbedaan permulaan awal Ramadhan
tahun1445 H/2024 terjadi di Indonesia. Sebagian umat muslim RI ada yang memulai puasa Ramadhan pada hari ini, Senin, 11 Maret 2024. Sebagian besar lainnya memulai ibadah puasa pada keesokan hari, Selasa, 12 Maret 2024.

img_title Harga Pertamax Turun, Anggota DPR: Pemerintah Pastikan Kebijakan Harga BBM Ikuti Pasar Global

Diketahui, pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1445 H/2024 M jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang menyatakan bahwa ketinggian hilal di seluruh Indonesia belum memenuhi kriteria dapat dilihat atau imkanur rukyat.

Posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadan 1445 H, belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, pada 2021 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

img_title Qodari: Pemerintah Pastikan Peringatan HUT ke-81 RI Lebih Dekat dengan Rakyat

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan 1 Ramadhan 1445 H

Photo :
  • Kemenag

Sementara warga Muhammadiyah sejak Minggu malam, sudah berduyun-duyun ke masjid untuk menunaikan salat Isya berjamaah dilanjutkan salat tarawih.

img_title Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1445 Hijriah bertepatan 11 Maret 2024. Keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Pemerintah melalui Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menghormati perbedaan penetapan awal Ramadhan 1445 H. Baginya, perbedaan adalah hal yang wajar sehingga tidak perlu menjaga ukhuwah Islamiyah.

"Ada perbedaan itu lumrah. Tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai toleransi sehingga tercipta suasana kondusif," ujarnya

Umpatan Peneliti BRIN ke Muhammadiyah

Namun, hampir setahun lalu, publik dikejutkan dengan viralnya postingan peneliti Badan Riset Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin atau AP Hasanuddin di media sosial, yang mengancam akan membunuh warga Muhammadiyah satu per satu.

Postingan Andi Pangerang itu saat dia menanggapi pernyataan peneliti BRIN lainnya, Thomas Jamaluddin soal adanya perbedaan dalam penetapan lebaran Idul Fitri 2023.

Polisi Tetapkan Tersangka Andi Pangerang Hasanuddin

Photo :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Pernyataan Andi itu disampaikan di akun Facebook dengan umpatan kasar seperti 'saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah' hingga 'sini saya bunuh kalian satu-satu'. Andi juga menuding Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut