Irjen Aan Ibaratkan Mudik RI Setara Eksodus Besar-besaran Warga di 5 Negara Eropa Ini
- Korlantas Polri
Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Aan Suhanan mengatakan jumlah pemudik musim Lebaran tahun ini ada 71 persen lebih setara dengan 193,6 juta orang.
Hal itu diungkapnya dalam akun Instgram resmi dia @aan.suhanan67 ketika menjawab pertanyaan netizen. Aan mengatakan, jumlah pemudik tahun ini setara dengan jumlah warga di beberapa negara Eropa.
"Jadi menurut riset yang kita lakukan bersama-sama dengan Kementerian Perhubungan perhubungan tahun ini masyarakat Indonesia yang akan menjalankan mudik ada 71 persen lebih setara dengan 193,6 juta orang. Kalau kita compare lagi dengan ke beberapa negara di eropa di seluruh warga negara Irlandia, Belanda, Swedia, Jerman, Prancis bergerak bersama-sama itu setara dengan tadi (193.6 juta orang). Apabila kita breakdown lagi 31 persennya masyarakat itu bergerak ke Jawa Tengah dan 19,44 persennya bergerak ke arah Jawa Timur, ” demikian seperti dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa 26 Maret 2024.
Kepadatan arus kendaraan pada puncak arus mudik Natal 2023 di Tol Cipali
- Antara
Dirinya pun menjelaskan soal pengelolaan arus lalu lintas yang tidak hanya mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. Kata dia, yang bergerak dari Jawa ke Jabodetabek juga ada. Tetapi, memang jumlahnya kalah dengan yang keluar Jabodetabek.
”Yang bergerak sebaliknya artinya dari Jawa menuju ke Jabodetabek hanya 3.35%, terjawabkan kenapa kita memprioritaskan warga masyarakat yang mudik dari jabotabek ke arah Jawa dan sebaliknya pada arus balik ini kita berlakukan hal yang sama. Percayakan pada kami dan seluruh stakeholder yang mengatur. Kami akan tetap berusaha semaksimal mungkin dengan semangat dan kerja sama yang baik agar mudik tahun ini sukses, aman, lancar dan selamat menjadi mudik yang ceria dan penuh makna,” kata dia lagi.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan, jumlah pemudik pada periode Lebaran Idul FItri 2024 mencapai 193,6 juta orang atau 71,7 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat tahun 2023 yang sebesar 123,8 juta orang.
Data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Kemenhub melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi.
