Jadi Salah Satu Rukun Wajib Haji, Ini Asal Mula Adanya Lempar Jumrah di Mina

Asal Mula Adanya Lempar Jumrah di Mina
Sumber :
  • YouTube berbagi Kisah

VoxPop –  Melempar jumrah di kota Mina Arab Saudi adalah menjadi salah satu rukun wajib dalam rangkaian ibadah haji. Hukum melempar jumrah adalah wajib, apabila tidak dilaksanakan, maka jamaah haji dikenakan dam ibadah haji atau membayar denda.

img_title Komisi VIII DPR Usul Kementerian Haji Bentuk Badan Layanan Umum untuk Kelola Asrama Haji

Dilansir dari Buku Materi Manasik Haji Kementerian Agama, lempar jumrah adalah kegiatan melempar batu kerikil ke tiang yang berada di kompleks jembatan Jumrah di Kota Mina yang terletak di timur kota Mekkah, Arab Saudi.

Suasana melontar jumrah di urutan kedua ( Wustha)

Photo :
  • Kemenag
img_title Bank Mega Syariah Serahkan Grand Prize Voucher Haji Khusus Senilai Rp 245 Juta

Seperti yang diriwayatkan dalam hadis Muslim, "Jabir berkata, 'Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melontar satu jumrah saja (jumrah aqabah) pada waktu dhuha hari Nahar. Dan sesudah itu hari-hari berikutnya (tanggal 11 sampai dengan 13 Dzulhijjah) beliau melempar (tiga jumrah) setelah tergelincir matahari'" HR Muslim.

Adapun urutan melempar Jumrah dilakukan sejak 10 Dzulhijjah dimulai dari terbitnya matahari hingga terbit fajar di tanggal 11 Dzulhijjah, kemudian hari Tasyrik pada 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, masing-masing jumrah melempar kerikil sebanyak 7 lontaran.

img_title Menhaj: Jumlah Antrean Haji Capai 5,8 Juta Orang, Tiap Tahun Terus Bertambah

Namun bagaimana sebenarnya asal mula adanya lempar jumrah?

Sejarah Lempar Jumrah

Melempar jumrah berupa batu ke tiang tugu ini menjadi sebuah simbolis melempar setan, sebab tempat itu menjadi penanda setan muncul dan hawa nafsu yang menggoda hati manusia.

Ritual melempar batu ke tiang tugu di kota Mina dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, ketika itu nabi Ibrahaim AS diperintahkan oleh Allah SWT lewat mimpi untuk menyembelih puteranya Nabi Ismail Alaihisalam.

Karena merupakan perintah Allah, Ibrahim pun tak ragu menjalankan perintah untuk menyembelih puteranya.

Namun pada saat perjalanan menuju tempat penyembelihan, setan berusaha menggoda dan menghalangi nabi Ibrahim untuk melaksanakan perintah Allah.

Setan menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk di tiga lokasi berbeda. Setiap kali setan muncul, Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Ibrahim untuk melemparinya dengan batu kerikil.

Setan menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk di tiga lokasi berbeda. Setiap kali setan muncul, Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Ibrahim untuk melemparinya dengan batu kerikil.

jamaah melempar jumrah di Mina

Photo :
  • YouTube VoxPop

Tiga tempat tersebut kini dikenal dikenal sebagai lokasi melempar jumrah, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah, yaitu:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut