Kemajuan Pariwisata di Kepulauan Nias Perlu Didukung Jika jadi Provinsi Baru

Rikardus Sihura Ketua Panitia GP4KN
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Foe Peace Simbolon

Jakarta - Pembangunan pariwisata di Kepulauan Nias disebut dapat dilakukan jika daerah itu menjadi otonomi baru di Tanah Air, yaitu menjadi sebuah provinsi.

img_title Anjlok 2,15 Persen, BPS Catat Jumlah Wisatawan Mancanegara Cuma 1,39 Juta Kunjungan di Juni 2026

Hal itu diungkap Gerakan Pemuda Pelopor Pro Pembangunan Kepulauan Nias (GP4KN) yang bakal menggelar diskusi dan talkshow dengan tema 'Menakar peluang Kepulauan Nias menjadi Provinsi baru melalui sektor Pariwisata'. Rikardus Sihura selaku ketua panitia, menyinggung soal beberapa pariwisata di daerah lainnya yang mengalami kemajuan karena kepedulian pemerintah provinsi.

"Dalam membangun pariwisata di Kepulauan Nias ini dapat didukung secara masif sebenarnya jika menjadi provinsi. Karena kalau kita bisa melihat daerah-daerah lainnya yang mengandalkan potensi pariwisata, misalnya Bali dan NTB, ini kan pembangunannya sangat cepat karena kerja-kerjanya fokus, terarah, terorganisir dan aksesnya langsung ke pemerintahan pusat," kata dia pada Senin, 15 Juli 2024.

img_title 4 Wisatawan Jatuh dari Tebing usai Selfie di Kawasan Pantai Semeti NTB, Satu Tewas

Rikardus Sihura Ketua Panitia GP4KN

Photo :
  • VoxPop.co.id/Foe Peace Simbolon

Kata dia, yang menjadi persoalan adalah ketika isu pemekaran ini semakin menguat, namun ternyata tidak siap untuk menyambut itu. Dia mencontohkan, semisal sumber daya manusia sudah mumpuni tapi aksestabilitas ke tempat-tempat wisatanya justru tidak memadai.

img_title Prabowo: Satu Wisatawan Asing Minum Secangkir Kopi, Hidupi 10 hingga 15 Rakyat Kita

"Atau fasilitas pemanfaatan teknologi kita tersedia, tapi kita masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengembangkan pariwisata. Jadi, persoalan-persoalan ini akan menjadi pembahasan juga nantinya," ujar dia.

Dirinya juga membandingkan kemajuan pariwisata di Kepulauan Nias sebelum dan setelah wilayah tersebut menjadi empat kabupaten satu kota. Katanya, saat Nias masih jadi satu kabupaten, kemajuan objek wisatanya sangat masif sekali.

"Dulu, ketika Kepulauan Nias ini masih menjadi satu Kabupaten, kemajuan objek wisatanya sangat masif sekali. Seharusnya, dimekarkannya menjadi 4 kabupaten 1 kota ini lebih memudahkan untuk fokus kemajuan di masing-masing daerah administratif," ujar dia.

Atas persoalan itu, Rikardus menyampaikan kalau GP4KN sepakat mengadakan kegiatan talk show itu dengan mengundang Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly sekaligus tokoh dari Kepulauan Nias dan Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno.

Acara bakal berlangsung pada Sabtu, 20 Juli 2024, di Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat. Dia menambahkan, acara itu berangkat dari hasil evaluasi pihaknya terkait dengan pariwisata hari ini yang dinilai berbeda jauh pada era-90an.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut