Kemnaker Gelar Pertemuan Bilateral dengan OECD, Pererat Kolaborasi Ketenagakerjaan

Kemnaker jalani pertemuan bilateral dengan OECD
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menggelar pertemuan bilateral dengan Organization of Economic Co-operation and Development (OECD). Pertemuan ini digelar di sela-sela acara G20 Employment Working Group (EWG) Presidensi Brazil.

img_title Penguatan Price Discovery Dinilai Penting demi Bangun Harga Referensi Komoditas Domestik

Dalam pertemuan bilateral tersebut diwakili Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi selaku ketua delegasi dan Deputy Secretary General OECD Yoshiki Takeuchi. Pertemuan ini digelar pada Rabu, 24 Juli 2024.

Anwar Sanusi mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan beberapa hal penting yang ingin dibahas dan dikerjakan bersama dengan OECD. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi dalam menyempurnakan kebijakan pasar kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, mendorong peluang kerja yang berkelanjutan, dan meningkatkan kehidupan kerja yang layak bagi pekerja.

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Kemnaker jalani pertemuan bilateral dengan OECD

Photo :
  • Istimewa

Hal-hal penting yang dibahas yakni, ingin berkolaborasi dengan OECD untuk mengembangkan metode perencanaan dan pembinaan sumber daya manusia, baik secara makro maupun mikro. Lalu, ingin membangun metode untuk mengumpulkan informasi dari pasar tenaga kerja terkait dengan komposisinya. 

img_title Pegadaian Terima SK Perjanjian Kerja Bersama Periode 2026–2028 dari Kemenaker, Perkuat Fondasi Hubungan Industrial

Terlebih, Indonesia dengan potensi demografi yang dimilikinya, dan populasi usia produktif yang sangat besar memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi dan transisi hijau. "Oleh karena itu, kami berharap dapat belajar dari pengalaman OECD dalam hal pelatihan, pengembangan keterampilan, dan perencanaan pasar tenaga kerja," ujar Anwar Sanusi.

Dia menjelaskan, pihak OECD menyambut baik proses aksesi Indonesia dan berkomitmen untuk bekerja sama secara intensif. OECD akan mengirimkan pertanyaan statistik dan kebijakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan, serta melakukan misi ke Indonesia untuk bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dia menambahkan, OECD juga menawarkan berbagi praktik terbaik dari negara-negara anggotanya, terutama terkait dengan sistem pensiun, pelatihan vokasional, dan transisi teknologi. "Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama yang erat dalam upaya memajukan pasar tenaga kerja Indonesia," jelas dia.

Sebagai informasi, bersama dengan Argentina, Indonesia telah diterima sebagai negara aksesi OECD dalam OECD Ministerial Council Meeting (MCM) pada 2-3 Mei 2024 di Paris. Keterlibatan Indonesia dalam OECD diharapkan akan membawa dampak ekonomi positif bagi Indonesia melalui peningkatan investasi dan adopsi praktik terbaik global, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian Internasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut