Atasi Oversupply Ayam, Peternak Mandiri Diminta Bentuk Asosiasi dan Pemerintah Bantu Promosi
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Ketua FBI Enday Hidayat berujar diskusi ini bertujuan untuk menciptakan situasi persaingan usaha yang sehat antara peternak mandiri dengan pengusaha integrator. Dengan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan kosumen kata Enday, akan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
"Semoga dengan forum ini menghasilkan produk kepastian hukum bagi para pelaku usaha, sehingga terciptanya keadilan dan keberlanjutan," terangnya.
Diungkapkannya, bahwa banyak laporan yang masuk ke Satgas Pangan Polri mengenai persoalan di horizontal. Namun, lebih dari itu bahwa tidak bisa dibantah keberadaan perusahaan integrator memiliki manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi.
"Tapi tidak bisa menafikan peran peternak mandiri juga memiliki peran sentral. Harus ada kanalisasi ruang-ruang yang diisi perusahaan integrator dengan peternak mandiri sehingga tidak bertabrakan mulai dari hulu sampai hilir jangan sampai ada isu monopoli pasar," ucapnya.
Menurutnya baik pemangku kebijakan yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Bapanas dan seluruh masyarakat memiliki tanggungjawab bagaimana untuk menyukseskan perekonomian ke depan.
"Sehingga output dari diskusi ini bisa kita sodorkan ke tiga kementerian dan Lembaga, lalu kita juga minta ke Satgas Pangan untuk mengawasi itu," kata Enday.
Adapun para peserta yang hadir yaitu Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN), Peternak Pembudidaya Unggas Niaga (PPUN), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Dtijen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Bapanas, Japfa dan Pokphand.
