Agus Buntung Bingung Jadi Tersangka Perkosaan: Saya Tak Bisa Buka Baju-Celana Sendiri
- tvOne
Mataram, VoxPop – Seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama I Wayan Agus Suartama alias Iwas alias Agus Buntung, ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Agus Buntung ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan polisi Nomor : LP/B/166/X/2024/SPKT/POLDA NTB, tanggal 7 Oktober 2024. Tersangka Agus diduga melakukan dugaan tindak pidana pelecehan seksual fisik terhadap korbannya.
Terkait hal ini, Agus buka suara terkait kasus dugaan perkosaan yang mengakibatkan dirinya menjadi tersangka. Agus mengaku heran ditetapkan sebagai tersangka perkosaan dan tahanan rumah.
"Saya dituduh memperkosa dalam kondisi tubuh saya seperti ini (disabilitas-- tanpa kedua tangan)," kata Wayan Agus dalam perbincangan di tvOne, Senin, 2 Desember 2024.
Wayan Agus, pemuda disabilitas tanpa tangan jadi tersangka perkosaan
- tvOne
"Sekarang saya ditahan 20 hari ke depan di rumah, dimana saya ditahan di rumah ini, dan alat bukti saya belum tahu, alat bukti apa yang dipakai nahan saya ini," sambungnya
Agus lantas bercerita awal mula bertemu korban di sekitaran kampus. Ia mengaku baru pertama kali berkenalan dengan korban pada hari itu.
Awalnya, Agus yang merupakan mahasiswa semester 7 di sebuah sekolah tinggi negeri di Mataram sedang mencari makan di kawasan Teras Udayana. Selesai makan, Agus berencana kembali ke kampusnya.
"Saya minta tolong seseorang untuk nganterin, karena dia ga bisa, terus ada wanita ini saya minta tolong ke wanita (red korban) ini, dia yang nganterin, dia bersedia," ujar Agus
Korban yang mengendarai motor kemudian memboncengi Agus dan sempat mengajaknya berkeliling tiga kali di Islamic Center Mataram, dan tiba-tiba diajak ke homestay di kawasan Rembige.
"Seketika itu dibawa ke lokasi itu (red-homestay), terus dia yang bayar, dia yang buka pintu, dia yang bukain baju saya, dia yang gituin saya, terus dia yang masang lagi," paparnya
Setelahnya, korban, menurut Agus, menghubungi seseorang via telepon dan mengajak janjian bertemu di Islamic Center Mataram.
"Setelah balik itu diajak lah saya muteri Islamic Center, yang kelima kali itu ketemu lah dua orang pria, saya enggak tahu siapa, seketika dia (korban) peluk pria itu, dan pria satunya lagi foto saya, dia tanya kenapa bisa naik disini," kata Agus
