DPD Soroti Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah
- Istimewa
Jakarta, VoxPop - Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma mengecam dugaan adanya kewajiban pembelian wadah untuk program makan siang bergizi oleh orang tua yang terjadi di sebuah sekolah yang sempat viral. Makanya, Filep meminta agar pelaksanaan program makan bergizi gratis ini diawasi di daerah-daerah.
“Kami memahami betul bahwa program makan siang bergizi ini harus benar-benar diawasi pelaksanaannya di daerah,” kata Filep dikutip pada Selasa, 31 Desember 2024.
Siswa SD di Tangerang konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (Foto ilustrasi)
- VoxPop.co.id/Sherly (Tangerang)
Karena, kata dia, ada banyak celah dan lubang yang bisa menimbulkan berbagai macam persoalan serta pelanggaran dalam implementasi program makan bergizi gratis di lapangan. “Padahal, program ini secara resmi akan mulai dilaksanakan pada 2 Januari 2025 mendatang,“ ujar Senator asal Papua Barat ini.
Kata dia, program yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ini bukan sekedar memberi makan gratis, tetapi juga harus memperhatikan perihal gramasi gizi dari setiap menu dan cita rasa. Makanya, ia menyoroti soal anggaran yang dipatok sebesar Rp10.000 per porsi dari Rp15.000 sebelumnya.
Menurut dia, sulit untuk menebak menu yang akan disajikan dengan angka tersebut, mengingat inflasi, kenaikan harga termasuk pengaruh kenaikan PPN 12% pada 2025 mendatang. Padahal, lanjut Filep, menu di setiap warung makan paket nasi, ayam dan sayur saja minimal Rp12.000.
“Selain soal harga, siapa yang dapat membuat makanan itu juga perlu dipikirkan secara matang,” ungkapnya.
Filep menyebut untuk wilayah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain-lain, mungkin tidak sulit untuk mencari vendor rumah makan atau warung makan yang punya kemampuan untuk menyediakan ratusan porsi makanan dalam waktu serentak. “Tetapi, tidak demikian untuk di daerah apalagi wilayah pedalaman seperti Papua Barat misalnya,” tegas dia.
Diketahui, program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo ini akan menyasar 4 target utama yakni peserta didik dari PAUD hingga pendidikan menengah, di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus dan pendidikan pesantren, baik negeri maupun swasta. Kemudian balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
