Peradi: Banyak Calon Advokat Lebih Percaya Pengurus Otto yang Sah

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPN) Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan 
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Maha Liarosh (Bali)

Jakarta, VoxPop - Ketua DPC Peradi Jakarta Barat, Suhendra Asido Hutabarat menyebut Kepengurusan Peradi Otto Hasibuan diakui keabsahaannya, salah satu buktinya yaitu tingginya jumlah peserta yang mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di DPC Peradi Jakarta Barat.

img_title Daftar Pelanggaran 121 Hakim yang Kena Sanksi: Terima Suap, Judi Online hingga Selingkuh

Kata dia, DPC Peradi Jakarta Barat mengadakan PKPA Angkatan V hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) yang diikuti oleh 218 peserta. Menurut dia, jumlah peserta PKPA Peradi Jakbar selalu di atas 200 peserta.

“Ini menunjukkan animo dan atensi dari calon-calon advokat bahwa mereka tetap percaya, satu-satunya organisasi advokat yang sah dan legal secara UU Advokat adalah Peradi di bawah kepemimpinan Prof. Otto Hasibuan,” kata Asido melalui keterangannya pada Sabtu, 11 Januari 2025.

img_title Bukan karena Dendam, Ini Alasan Otto Hasibuan Tetap Semangat Ajukan Peninjauan Kembali Kasus Jessica Wongso

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPN) Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan 

Photo :
  • VoxPop.co.id/Maha Liarosh (Bali)

Asido mengatakan para calon advokat sudah tepat memilih PKPA Peradi di bawah Ketua Umum Otto, termasuk PKPA yang digelar DPC Peradi Jakarta Barat. Tentunya, Asido menekankan pihaknya akan tetap menjaga kualitas PKPA demi melahirkan calon advokat handal, profesional, berkualitas dan integritas.

img_title Peradi Profesional Teken MoU dengan Unisba, Langkah Strategis Bangun Ekosistem Hukum Berintegritas

“Jadi ini benar-benar dapat dipahami bahwa para calon advokat ini mengetahui di mana tempat untuk mengambil PKPA yang benar, ya organisasi advokat yang benar,” jelas dia.

Di samping itu, Asido menjelaskan penyelenggaraan PKPA ini untuk menjawab adanya klaim dari kubu Luhut Pangaribuan bahwa Peradi Rumah Advokat Bersama (RAB) sebagai pengurus yang sah. Tetapi, kata dia, ternyata klaim tersebut tidak berpengaruh.

?“Itu tidak berpengaruh. Saya selalu mengatakan ibarat satu kereta yang melaju, dari awal Peradi didirikan sampai dengan saat ini yang relnya itu ya kita ini [Peradi],” ungkapnya.

Kemudian, Asido kembali mengulas adanya kubu yang mengklaim sebagai Peradi ini bermula dari musyawarah nasional (Munas) ?Peradi di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, Munas ditunda karena ricuh. Tiba-tiba, dua kelompok advokat menyatakan diri sebagai pengurus Peradi.

Selanjutnya, Peradi yang sah menggelar Munas di Pek?anbaru. Hasilnya, Fauzie Yusuf Hasibuan dan Thomas Tampubolon terpilih sebagai ketua umum dan sekretaris. Setelah itu, Otto Hasibuan dan Hermansyah Dulaimi terpilih sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal dalam Munas Peradi di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut