Ratusan Kader Gerinda Geruduk Polres Banggai, Desak Pelaku Persekusi Diadili
- Istimewa
Ia meminta kepada Polres Banggai untuk mengusut tuntas kasus persekusi yang dialami dua kader Gerindra, besutan Prabowo Subianto.
"Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawal sampai prosesnya benar-benar tuntas. Kami punya hak bebas berpolitik, jangan kami dipersekusi karena kami ditugaskan untuk memenangkan Partai Gerindra," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Suwardi Agis, Anggota DPRD Banggai yang juga korban persekusi di Toili turut memberikan orasinya. Ia menguraikan bagaimana kasus persekusi itu dialaminya.
"Kehadiran kami di sini tak lain untuk mencari sebuah keadilan. Saya dan Pak Lutpi Samaduri hadir di Toili, bukan semata-mata kepentingan Ketua DPC Gerindra Banggai, tapi kami sebagai kader taat dan patuh atas instruksi DPD, bahkan DPP," katanya.
Olehnya, turun melakukan unjuk rasa tak lain untuk mengembalikan Marwah Partai Gerindra di Kabupaten Banggai ini.
"Saya sendiri sebagai korban merasa terzolimi, yang mana saya didobrak di kamar mandi dalam keadaan tanpa busana (telanjang)," tuturnya.
Mendapat perlakuan persekusi, Suwardi menuntut keadilan yang seadil-adilnya. "Di mana kebebasan saya sebagai Anggota DPRD Banggai, mana hak saya sebagai warga negara Indonesia untuk ikut serta menyukseskan pesta demokrasi di Toili kemarin," tekannya.
Sementara itu, Kapolres Banggai, AKBP Putu Hendra Binangkari, menegaskan, sebagai penanggungjawab, memastikan semua berjalan sebagai mestinya dan profesional.
"Apa yang disampaikan (orator), saat ini masih berjalan (penanganan), mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan saksi, terlapor dan hari ini kami melakukan pemanggilan terduga pelaku (persekusi)," kata Kapolres kepada massa aksi.
Ia memastikan, penanganan kasus dugaan persekusi ini ditangani secara profesional.
"Keringat bapak ibu siang sini (datang unjuk rasa), kami pastikan tidak akan sia-sia. Kami pastikan amanah dan jabatan kami selaku Kapolres Banggai, dan putra Sulteng, akan tetap memegang keadilan," tegasnya.
Kapolres mengatakan, setelah pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status yang bersangkutan.
"Yakin kedepan akan terang permasalahan ini, kami pastikan tidak sia-sia keringat bapak ibu sekalian (melakukan aksi damai)," tandasnya.
