50 Persen Keuntungan ’Jaga’ Situs Judol untuk Budi Arie? Ini Rincian Dakwaan Jaksa

Menkominfo Budi Arie Setiadi Dipanggil Prabowo di Kartanegara
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, disebut dalam dakwaan kasus dugaan praktik judi online yang menyeret sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

img_title Transaksi Judol Turun, DPR Ingatkan Penegakan Hukum Tak Boleh Kendor

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 14 Mei 2025, dengan terdakwa Zulkarnaen Apriliantony, Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhrijan alias Agus, jaksa penuntut umum menyebut bahwa Budi Arie diduga turut menerima 50 persen keuntungan dari praktik penjagaan website judi online yang dilakukan bawahannya.

Ilustrasi Judi Online

Photo :
  • Pexels.com
img_title Nekat! Penjaga Sekolah Peras Anak SD Buat Main Judol, Berujung Ditangkap Polisi

Jaksa memaparkan bahwa praktik pengelolaan situs judi online tidak hanya dilakukan secara terorganisir di internal kementerian, tetapi juga melibatkan pengaruh langsung dari pejabat tinggi.

“Bahwa kemudian terdakwa I Zulkarnaen Apriliantony, terdakwa II Adhi Kismanto, dan terdakwa IV Muhrijan alias Agus kembali bertemu di Café Pergrams Senopati untuk membahas mengenai praktik penjagaan website perjudian online di Kemenkominfo dan tarif sebesar Rp8.000.000 per website serta pembagian untuk terdakwa II Adhi Kismanto sebesar 20 persen, terdakwa I Zulkarnaen sebesar 30 persen, dan untuk saudara Budi Arie Setiadi sebesar 50 persen dari keseluruhan website yang dijaga,” ujar jaksa dalam sidang.

img_title PPATK: Perputaran Dana Judi Online di Era Prabowo Catat Penurunan Pertama

Jaksa menjelaskan bahwa praktik “penjagaan” ini merupakan upaya untuk mengamankan dan memelihara operasional website judi online agar tak terblokir. Salah satu alat yang digunakan dalam aktivitas ini adalah teknologi crawling yang dapat melacak dan mengelola data situs judi.

Lebih lanjut, keterlibatan Budi Arie dalam praktik tersebut dimulai sejak Oktober 2023, ketika ia diduga memerintahkan Zulkarnaen untuk merekrut seseorang yang mampu mengumpulkan data situs judi online.

Zulkarnaen kemudian memperkenalkan Adhi Kismanto, yang meskipun tidak lolos seleksi resmi karena tidak memiliki gelar sarjana, tetap dipekerjakan atas “atensi” Budi Arie.

“Adhi Kismanto dinyatakan tidak lulus karena tidak memiliki gelar sarjana. Namun, karena adanya atensi dari saudara Budi Arie Setiadi, maka tetap diterima bekerja dengan tugas mencari link atau website judi online,” kata jaksa.

Pada April 2024, praktik penjagaan situs judi disebut makin terstruktur. Adhi Kismanto mengaku menerima informasi bahwa Budi Arie meminta agar kegiatan tersebut dilakukan di lantai 3 kantor Komdigi. Tidak hanya itu, Budi Arie juga disebut menyetujui perpindahan posisi Adhi dan Zulkarnaen ke lantai 8 bagian pengajuan pemblokiran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut