Saeful Bahri Lobi Riezky di Singapura atas Arahan Hasto, Bujuk agar Mundur demi Harun Masiku
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Jakarta, VoxPop – Kader PDI Perjuangan (PDIP) Saeful Bahri menceritakan momen saat meminta kader PDIP lain yakni Riezky Aprilia mundur dari caleg DPR terpilih periode 2019-2024. Saeful Bahri menyampaikan permintaan ke Riezky itu saat di Singapura.
Demikian diungkap Saeful saat jadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI dengan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Kamis 22 Mei 2025.
Pengakuan Saeful itu bermula dari jaksa yang mencecarnya terkait pertemuan Riezky Aprilia. Saeful menyebut pertemuan itu tak dalam kondisi yang kondusif.
Saeful dan Donny Tri Istiqomah akhirnya memutar otak agar keputusan partai itu bisa terealisasi dengan baik.
"Kita mulai lihat ada indikasi. Nggak mudah barang ini, karena situasi KPU sendiri dan terlanjur sudah ada putusan," kata Saeful.
Dia mengaku awalnya berencana bareng Donny terbang ke Singapura untuk menemui Riezky. "Maka kemudian kita cari alternatif paralel. Kemudian Donny mau nemuin Riezky untuk minta mundur, kebetulan saat itu Riezky lagi di Singapura," ujar Saeful.
Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Riezky Aprilia
- VoxPopnews/ Edwin Firdaus.
Tapi, dalam perkembangannya, Donny tak bisa menemui Riezky Aprilia di Singapura. Pun, akhirnya Saeful Bahri yang diutus untuk menemui Riezky.
"Terkait dengan ini, apa yang disampaikan Donny ke saksi untuk temui Riezky?" tanya jaksa.
"Dikasih misi supaya Riezky mau mundur dari kontestasi," jawab Saeful.
Padahal, Saeful mengaku tidak mengenal Riezky Aprilia sebelumnya. Meski begitu, Saeful tetap berkomunikasi dengan Riezky jika dirinya akan menemui yang bersangkutan.
Saeful menemui Riezky Aprilia di hotel tempatnya menginap. Dia menuturkan alasan menemui Riezky jauh-jauh ke Singapura.
"Apa yang waktu itu saksi sampaikan ke Riezky terkait dengan misi yang dibawa ke Singapura?" tanya jaksa.
"Saya sampaikan bahwa ada poin pertama ada perintah partai, kedua saya ditugasi. Ketiga konfirmasi, dia kan gak langsung percaya sama saya karena gak pernah ketemu," lanjut Saeful.
"Saya jelaskan saya diperbantukan untuk tugas ini. Terus, kemudian saya konfirmasi ke Donny," sebut Saeful.
