Istri Iptu Lusiyanto Minta Oknum TNI Penembak Suaminya Dihukum Mati: Nyawa Dibayar Nyawa

Sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dua oknum TNI tembak mati polisi
Sumber :
  • ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang, VoxPop – Pengadilan Militer I-04 Palembang memeriksa 12 orang saksi dalam sidang lanjutan kasus perkara dua terdakwa oknum TNI yang melakukan penembakan terhadap tiga polisi saat penggerebekan lokasi judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.

img_title Cekcok Berdarah, Kakek 60 Tahun Ditangkap Polisi usai Bunuh Pria di Plaza Kabanjahe Karo

Majelis Hakim yang diketuai Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto saat persidangan, Senin, meminta keterangan 12 saksi itu secara bergiliran dimulai pukul 09:00 WIB. Sementara terdapat satu saksi yang dihadirkan melalui daring zoom karena menjalani hukuman.

Adapun tiga saksi yang ada merupakan anggota TNI sementara sembilan saksi merupakan warga sipil.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Sidang dakwaan terhadap dua oknum TNI penembak mati tiga polisi

Photo :
  • ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Para saksi menjelaskan kesaksian dalam peristiwa tersebut. Dimana para saksi menerangkan bagaimana situasi kejadian pada peristiwa tersebut.

img_title Pria di Banjarbaru Ngaku Jadi Polisi, Tipu Kekasihnya Jutaan Rupiah

Sebelumnya dua terdakwa dalam peristiwa itu yakni Kopda Bazarsah dan Peltu Yun Heri Lubis didakwa dengan pasal yang berbeda. 

Kopda Bazarsah didakwa dengan pasal primer 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338 tentang pembunuhan biasa.

Kemudian, Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Senjata Tajam secara ilegal, serta Pasal 303 KUHP tentang Tindak Pidana Perjudian. Kemudian Peltu Yun Heri Lubis didakwa Pasal 303 KUHP tentang Tindak Pidana Perjudian.

Sementara istri dari korban Iptu Lusiyanto, yakni, Sasnia didampingi kuasa hukumnya, menegaskan meskipun terdakwa Peltu Lubis sempat meminta maaf secara langsung kepada pihak keluarga korban, namun pihak keluarga tidak rela memberikan maaf.

"Kalau bisa dihukum mati kepada pelaku, nyawa dibayar dengan nyawa," katanya.

Sebelumnya, pada 17 Maret 2025 lalu insiden berdarah terjadi di Register 44, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan Lampung. Tiga anggota polisi dari Polsek Negara Batin Iptu Lusiyanto selaku Kapolsek, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda M Ghalib Surya tewas ditembak di lokasi arena judi sabung ayam. Mereka tewas saat hendak melakukan penggerebekan dengan cara diberondong peluru tajam oleh Kopda Basyarsyah. (Ant)

Ilustrasi sabu-sabu.

Jaringan Narkoba Mulai Gunakan Jasa Kondektur Bus sebagai Kurir, 3,77 Gram Sabu Disita

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan peredaran narkoba, yang memanfaatkan kondektur bus sebagai kurir di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut