Kasus Kekerasan Perempuan-Anak Tinggi, DPR: Mengindikasikan Adanya Gunung Es Permasalahan yang Lebih Besar
- Istimewa
Atalia berharap agar pelaku kekerasan mesti ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Menurut dia, penegakan hukum yang adil dan konsisten akan memberikan efek jera serta menjamin keadilan bagi para korban.
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan pemahaman dan sensitivitas aparat penegak hukum terhadap isu kekerasan berbasis gender.
Lebih lanjut, dia menuturkan penting juga peran tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, mahasiswa dan komunitas dalam mengubah narasi dan mendukung korban.
"Mari kita bangun lingkungan yang suportif di mana korban berani bersuara dan mendapatkan dukungan penuh dari sekitar," tutur Atalia.
Atalia mengatakan terjadinya kekerasan terhadap perempuan seringkali berhubungan dengan ketidakberdayaan ekonomi. Maka itu, menurut dia, program pemberdayaan ekonomi perempuan juga jadi kunci untuk meningkatkan kemandirian sehingga lebih terlindungi dari potensi kekerasan.
Atalia menegaskan komitmen Fraksi Golkar di DPR RI untuk terus mengawal isu ini, melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dia menuturkan Golkar akan terus mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang memadai, memperkuat regulasi yang ada.
"Dan memastikan implementasi kebijakan yang efektif demi tercapainya Indonesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan," ujarnya.
