Pengakuan Mengejutkan Eks Stafsus Nadiem Soal Grup WA ‘Mas Menteri Core Team’

Fiona Handayani, eks stafus Nadiem Makarim
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Fiona Handayani, mantan Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, menegaskan bahwa grup WhatsApp bernama ‘Mas Menteri Core Team’ tak pernah dibentuk untuk membahas proyek pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

img_title Sidang Perdana Banding Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Digelar Hari Ini

Hal itu diungkap Indra Haposan Sihombing selaku kuasa hukum Fiona. Adapun Fiona telah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan chromebook di Kemendikbudristek, kemarin.

"Ya kalau itu ya di awal dibuat dulu ya namanya orang terpilih misalnya menjadi menteri, ya dia membentuk tim ya wajar-wajar saja," kata dia, Rabu, 6 Agustus 2025.

img_title Jelang Sidang Banding, Pengacara Nadiem Desak Hakim Periksa Ulang Saksi dan 2 Bukti Kunci

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Anang Supriatna (tengah)

Photo :
  • Foe Peace/VoxPop

Indra menepis dugaan bahwa grup tersebut menjadi forum diskusi atau instruksi internal terkait proyek pengadaan 1,2 juta unit laptop yang kini menjadi sorotan Kejaksaan. Menurutnya, keberadaan grup itu murni untuk komunikasi tim kerja awal.

img_title 3 HP Murah untuk Pedagang Online: Andal untuk WhatsApp, QRIS, dan Marketplace

“Itu kan, tapi bukan khusus membahas Chromebook, tidak. hanya ya memilih orang yang bisa dibawa kerja, hanya itu. tidak ada membahas chromebook secara terperinci, tidak,” katanya.

Dia berdalih kliennya tidak terlibat dugaan adanya co-investment sebanyak 30 persen dari Google untuk Kemendikbud.

“Tidak ada, BAP-BAP sebelumnya bahkan kita tahu, tidak ada namanya kickback 30 persen, itu sudah kami sampaikan berulang kali. Bahkan tidak ada juga sampai sekarang yang menjadi bukti kickback 30 persen tidak ada, gitu loh. Itu yang ada murni pemberian dari Google terhadap kita kementerian itu, mereka memberikan fasilitas sendiri untuk melakukan pelatihan-pelatihan tersendiri. Tidak melibatkan keuangan kementerian, hanya uangnya mereka itu sendiri, menurut klien kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna menyebut kalau kehadiran dari Fiona guna melengkapi berkas dari empat tersangka dalam kasus ini.

“Memang kemarin dalam perkara pengadaan laptop berbasis Chromebook, tim penyelidik Gedung Bundar sudah memeriksa Fiona Handayani sebagai saksi untuk melengkapi berkas-berkas terhadap empat tersangka,” kata Anang.

Namun, Anang tak merinci soal pemeriksaan tersebut. Sebab, lanjutnya, semua materi pemeriksaan dipegang penyidik guna mendalami kasus itu.

“Tentunya kalau terlalu dalam itu ininya penyidik, tapi yang jelas dia sedikit banyak ikut terlibat dalam proses pengadaan itu bersama-sama dengan tersangka JT. Tapi itu nanti pendalamannya,” kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut