Dianugerahi Bintang Sakti oleh Prabowo, Letda Bayani Dijuluki 'Rambo' di Operasi Mapenduma
- Youtube Puspen TNI
Jakarta, VoxPop – Dari deretan purnawirawan jenderal TNI penerima pangkat kehormatan tanda kehormatan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, 10 Agustus 2025, terselip satu sosok pensiunan tentara baret merah Kopassus tanpa tanda bintang di bahu dan baretnya.
Meskipun tanpa tanda bintang, sosok tersebut termasuk dalam 14 tokoh purnawirawan Jenderal TNI penerima bintang kehormatan dan tanda kehormatan. Ia adalah Letda (Purn) Darius Bayani yang dianugerahi Prabowo Tanda Kehormatan Bintang Sakti bersama Letjen Mar (Purn) Alfan Baharudin.
Bintang Sakti diberikan sebagai penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian, keperwiraan, dan jasa luar biasa dalam pertempuran atau operasi militer strategis baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Letda (Purn) Darius Bayani merupakan putra daerah Papua yang direkrut TNI dari jalur bintara dan merupakan sosok penting dalam Operasi Pembebasan Sandera di Mapenduma, Papua, tahun 1996.
Operasi Pembebasan Sandera di Mapenduma merupakan operasi militer fenomenal, yang melambungkan nama Prabowo Subianto sebagai Danjen Kopassus. Sebanyak 26 anggota Tim Ekspedisi Lorentz 95 pada 8 Januari 1996 disandera oleh sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin Kelly Kwalik.
Prabowo yang memimpin operasi pembebasan sandera mengakui Peltu Bayani berperan penting dalam menemukan lokasi penyanderan dan melakukan penyergapan ke jantung musuh. Saking heroiknya Peltu Bayani saat operasi penyergapan, Prabowo tak segan menyebut anak buahnya itu sebagai 'Rambo-nya TNI'.
Presiden Prabowo bersama Peltu Bayani ( dua dari kanan) di Papua
- Dok Prabowo
Berikut adalah kisah Peltu Darius Bayani seperti dituturkan Prabowo Subianto di akun media sosialnya pada 23 Maret 2023 lalu.
“Hari ini saya ingin berbagi kisah seorang putra daerah Papua namanya Peltu Bayani. Bayani dikenal begitu berani sehingga dia pernah menyusup ke kamp gerilya musuh sendirian tanpa senjata. Dia melewati para penjaga menuju orang-orang yang berkerumun di sekitar api unggun.
Dia meraih senapan mereka dan mengalahkan mereka. Ia bawa mereka kembali sebagai tahanan. Dia adalah tentara yang selalu tersenyum, suka bercanda juga. Jika ada Rambo di TNI, saya kira Bayani bisa memenuhi syarat untuk jadi Rambo.
