Bukan Cuma Anggaran Nol, Dirut Agrinas Pangan Joao Angelo Sebut Birokrasi Danantara Berbelit

Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota mundur
Sumber :
  • IG Agrinas

Jakarta, VoxPop – Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, resmi mengundurkan diri dari jabatannya meski baru enam bulan memimpin. Keputusan ini ia umumkan di Jakarta pada Senin 11 Agustus 2025, dengan alasan belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan petani.

img_title Bebaskan Pajak 3 Tahun untuk Proses Konsolidasi BUMN, Purbaya: Biar Prosesnya Smooth!

"Oleh karena itu, kami dengan sangat menyesal, memohon maaf kepada seluruh warga negara, khususnya kepada petani, kepada negara dan Presiden yang sudah menunjuk kami untuk mengemban jabatan ini. Jadi perkenankan saya menyampaikan pengunduran diri saya, dan izinkan saya untuk meminta maaf," ujar Joao dikutip VoxPop.co.id.

Joao mengungkap bahwa permasalahan pangan di Indonesia begitu serius dan membutuhkan langkah percepatan. Namun, ia menilai hal tersebut sulit dilakukan karena birokrasi di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terlalu rumit dan berbelit.

img_title Danantara Housing Expo 2026, PP Properti Tawarkan 8 Proyek Hunian Berkelanjutan

Birokrasi Dibilang “Penghambat Utama”

Dalam pernyataannya, Joao mengakui pengalaman enam bulannya di PT Agrinas Pangan diwarnai hambatan birokrasi dan minimnya dukungan anggaran. Ia menilai pola kerja BPI Danantara masih terlalu administratif dan kurang berorientasi pada hasil bisnis.

img_title Sekolah Rakyat Terintegrasi Cirebon Rampung dan Mulai MPLS, Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur Investasi Masa Depan

Ia mencontohkan, untuk satu rencana proyek, PT Agrinas Pangan sampai harus tiga kali menyerahkan studi kelayakan atau feasibility study. Menurutnya, hal ini menunjukkan lambannya pengambilan keputusan di institusi tersebut.

"Kebetulan dari sektor swasta murni di mana saya biasa bekerja dengan cepat, singkat, dengan prosedur-prosedur yang berpihak kepada bagaimana bisa mempercepat suatu kegiatan, dan berorientasi dengan profit," kata Joao.

Sentil Kerja Pembantu Prabowo

Joao menyebut budaya kerja seperti itu sangat berbeda dengan yang ia temui di Danantara. Ia bahkan menilai semangat Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memajukan sektor pangan tidak sepenuhnya diimbangi para pembantunya.

"Budaya ini ternyata sangat jauh daripada yang kami praktekan selama ini sehingga saya melihat semangat dan keseriusan Pak Prabowo yang luar biasa tidak didukung oleh pembantu-pembantunya termasuk teman-teman di Danantara masih terbelenggu dengan administrasi yang sangat panjang, bertumpang tindih, dan tidak pernah selesai," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut