Pernyataan Sri Mulyani Samakan Pajak dengan Zakat, MUI Beri Tanggapan Tegas

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

“Kalau pajak itu kewajiban yang bersifat umum, diterapkan oleh pemerintah, berlaku kepada siapa saja muslim atau nonmuslim. Tapi kalau zakat adalah harta tertentu diambil dari kelompok tertentu yang sudah sampai pada nisab, ukuran tertentu ya, dan diberikan pada orang-orang tertentu. Zakat itu khusus orang Islam. Sementara pajak itu muslim atau nonmuslim bisa kena wajib pajak,” paparnya.

img_title Momen Menkeu Purbaya Disemprot Dolfie PDIP Gegara Pindahkan Dana SAL ke Bank Milik Negara

Persamaan dan Perbedaan Manfaat

Meski berbeda secara prinsip, Abdul Muiz tidak menutup mata bahwa manfaat pajak dan zakat bisa bersinggungan.

img_title Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Menkeu Purbaya Bilang Masih Aman

“Dalam beberapa hal manfaat pajak itu punya kemiripan dengan manfaat zakat. Misalnya manfaat dari pajak itu diberikan kepada kepentingan publik, kemaslahatan umat Islam atau kemaslahatan publik. Sama halnya dengan zakat, itu juga boleh diberikan untuk kepentingan publik, misalnya tempat-tempat yang memang butuh perbaikan. Jembatan, satu desa ke desa lain, itu boleh diambilkan dari dana zakat,” jelasnya.

Namun, ia kembali menekankan bahwa zakat memiliki aturan tegas mengenai penerima yang disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 60.

img_title MUI Sebut Istilah Subsidi Biaya Haji Kurang Tepat: Dana Bukan dari Anggaran Pemerintah, tapi Punya Jemaah

“Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fuqara, masakin, amil, muallaf, dan seterusnya. Tapi kalau pajak itu berlaku umum kepada siapapun,” ujar Abdul Muiz.

Sensitivitas Publik

Pernyataan Sri Mulyani yang muncul pada beberapa hari lalu itu, menurut Abdul Muiz, makin memperbesar sorotan karena masyarakat tengah memperingati momen kebangsaan.

“Kita perlu mempertimbangkan sensitivitas publik dalam hal ini umat Islam atau rakyat Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Dengan demikian, MUI menegaskan agar pejabat publik lebih berhati-hati dalam membuat analogi yang berkaitan dengan ajaran agama agar tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

Pengurus MUI Karawang saat mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang

Banyak WNA di Karawang Masuk Islam, MUI Lapor Imigrasi

Cukup banyak warga negara asing yang berikrar masuk Islam di kantor MUI Karawang. Mereka berasal dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Jerman dan Finlandia.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut