Romo Syafii: Sudah Saatnya Pesantren Dikelola Dirjen Tersendiri di Kemenag

Kemenag Gelar Dialog Media: Pesantren dan Kehadiran Negara
Sumber :
  • Kemenag

Jakarta, VoxPop – Kementerian Agama (Kemenag) tengah dihadapkan pada tanggung jawab besar usai urusan haji dan umrah resmi dipindahkan ke lembaga baru. Beban utama kini terletak pada penguatan pendidikan keagamaan, salah satunya pesantren. Dengan jumlah lebih dari 42 ribu pondok pesantren dan hampir 11 juta santri di seluruh Indonesia, banyak pihak menilai sudah saatnya Kemenag memiliki Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren yang secara khusus mengelola dan memperkuat peran lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara ini.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Seiring Bursa Asia Menguat dan Wall Street Bergerak Variatif

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii, menekankan bahwa pembentukan Dirjen Pesantren tidak hanya mendesak secara historis, tetapi juga sosiologis.

Wamenag Romo Muhammad Syafii dan mantan Menag Lukman Hakim Saifuddin

Photo :
  • Kemenag
img_title Bukan Diundang, Sarwendah Ternyata Minta Datang Sendiri ke Podcast Denny Sumargo untuk Klarifikasi

“Pesantren ada dan sudah berkontribusi pada masyarakat bahkan sejak sebelum Indonesia. Banyak pahlawan bangsa dari kalangan pesantren," tegas Romo, dilansir dari laman Kemenag, dalam acara “Dialog Media: Pesantren dan Kehadiran Negara” di Antara Heritage, Jakarta, Kamis (25/09/25).

Syafii juga menambahkan bahwa jumlah pesantren dan santri yang begitu besar membutuhkan wadah kelembagaan yang lebih kuat.

img_title Bursa Transfer Arsenal: Here We Go! Bruno Guimaraes Selesaikan Tes Medis, Vinicius Junior Menyusul?

"Jumlah pesantren di Indonesia mencapai lebih dari 42 ribu dengan hampir 11 juta santri. Angka ini sangat signifikan sehingga perlu kelembagaan yang lebih kuat untuk mengakomodasi kebutuhan pesantren,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Syafii menilai pesantren memiliki tiga fungsi pokok: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, hingga kini yang paling menonjol baru fungsi pendidikan. Karena itu, ia menekankan perlunya memperkuat peran pesantren dalam dakwah moderat serta pemberdayaan masyarakat melalui struktur kelembagaan yang lebih fokus.

“Pesantren adalah ibu kandung lahirnya Republik ini. Maka sudah seharusnya kita memperkuat kelembagaannya melalui Dirjen tersendiri,” ungkapnya.

Kemenag Gelar Dialog Media: Pesantren dan Kehadiran Negara

Photo :
  • Kemenag

Hal serupa disampaikan Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Ia menegaskan relevansi kehadiran Ditjen Pesantren. Menurutnya, pengakuan negara terhadap pesantren bukan sekadar rekognisi, melainkan juga proteksi dan fasilitasi agar pesantren semakin kokoh dalam menjalankan peran historisnya.

“Pesantren sejak dulu sudah menjalankan tiga fungsinya: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pengakuan negara melalui undang-undang bukan hanya bentuk rekognisi, tapi juga proteksi terhadap eksistensi dan independensi pesantren,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut