Investasi Raksasa Rp1,2 Triliun Masuk Kaltim, Mentrans Iftitah: Rakyat Jadi Prioritas
- Istimewa
“Kita butuh investor, tapi jangan sampai rakyat ditinggalkan. Dunia usaha harus merangkul tenaga kerja lokal agar kesejahteraan mereka meningkat,” tegasnya.
Project Facilitation Office (PFO) Disiapkan
Sebagai langkah konkret, Kementerian Transmigrasi tengah menyiapkan Project Facilitation Office (PFO). Fasilitas ini akan menjadi pusat pendampingan investor sekaligus jembatan komunikasi dengan berbagai kementerian, seperti Kementerian Investasi, ESDM, Kehutanan, Perdagangan, hingga Luar Negeri.
Dengan adanya PFO, koordinasi diharapkan berjalan lebih efisien sehingga investasi dapat terealisasi lebih cepat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
“Kami sebagai regulator akan memastikan investasi berjalan seimbang. Sesuai arahan Presiden, kita butuh modal asing untuk membangun ekonomi, tapi rakyat Indonesia tetap harus menjadi penerima manfaat utama,” kata Menteri Iftitah.
Harapan untuk Masa Depan Kawasan Transmigrasi
Kehadiran investasi besar dari LX International dan rencana pembangunan bandara oleh investor Malaysia menjadi sinyal positif bagi perkembangan kawasan transmigrasi. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong infrastruktur dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Jika prinsip penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat, dan sistem bagi hasil dijalankan konsisten, kawasan Maloy-Kaliorang berpotensi tumbuh menjadi model sukses integrasi antara investasi asing dengan kepentingan rakyat.
