Rocky Gerung: Potensi Jokowi Dipidana Sangat Besar jika Mark Up Whoosh Terbukti

Kereta Cepat Whoosh
Sumber :
  • Istimewa

Rocky juga menyebut bahwa proyek Whoosh kini menjadi “beban rakyat”, sebab utang besar itu pada akhirnya harus dibayar melalui berbagai konsekuensi ekonomi yang dirasakan masyarakat.

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

Mahfud MD: Jonan Dipecat karena Tolak Proyek

Sebelumnya diberitakan, mantan Menko Polhukam Mahfud MD juga menyoroti proyek Whoosh dalam podcast Terus Terang di kanal YouTube miliknya. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini sejak awal penuh kejanggalan, terutama setelah peralihan dari skema kerja sama dengan Jepang ke China.

img_title Disaksikan Ribuan Warga, Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor di NTT

Menurut Mahfud, proyek tersebut awalnya ditawarkan ke Jepang dengan bunga pinjaman hanya 0,1 persen. Namun, setelah berpindah ke China, bunga naik menjadi 2 hingga 3,4 persen, disertai pembengkakan biaya yang signifikan.

“Dulu rencana kereta api cepat ini adalah perjanjian G2G antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Indonesia. Disepakati bisa dibangun dengan bunga 0,1 persen dengan Jepang. Tiba-tiba dipindah ke China dengan bunga 2 persen, lalu naik jadi 3,4 persen,” ungkap Mahfud.

img_title Bikin Kader PSI Tertawa, Jokowi: Jangan Dikit-dikit ke Solo

Mahfud juga mengungkap bahwa Menteri Perhubungan saat itu, Ignasius Jonan, dipecat karena menolak proyek tersebut dengan alasan tidak layak secara ekonomi. Bahkan, pakar transportasi Agus Pambagio juga sempat memperingatkan Jokowi bahwa proyek itu berpotensi merugikan negara.

“Ketika mau dipindah ke China, waktu itu Menteri Perhubungan, Pak Ignasius Jonan, menyatakan tidak setuju. ‘Ini tidak feasible’, kata Pak Jonan. Pak Jonannya dipecat,” ujar Mahfud.

Ia menambahkan, berdasarkan hitungan pihak Indonesia, biaya pembangunan per kilometer proyek Whoosh mencapai USD 53 juta, jauh di atas standar China yang hanya USD 17 hingga USD 18 juta.

Mahfud pun mendukung langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membebankan utang proyek tersebut kepada APBN. Menurutnya, keputusan itu tepat karena proyek Whoosh bersifat bisnis antarlembaga (business-to-business), bukan tanggung jawab negara.

“Ternyata sekarang tak mampu bayar (utang) dan tidak mau bayar Purbaya. Menurut saya benar Purbaya,” tegas Mahfud.

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sendiri dijalankan melalui konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), hasil kerja sama BUMN Indonesia di bawah PT KAI dengan perusahaan China. Pendanaannya bersumber dari ekuitas dan pinjaman dari China Development Bank (CDB).

Presiden Prabowo (kanan), Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kiri)

Puji Bahlil, Prabowo: Bisa Bikin Pak Jokowi Ketawa, Padahal Orang Solo Itu Kalem

Presiden Prabowo Subianto memuji sikap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mampu mencairkan suasana. Bahkan bisa membuat Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) tertawa.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut