Renovasi Pesantren Pakai APBN, Istana: Lihat Kemampuan Keuangan Negara

Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung renovasi bangunan pondok pesantren (ponpes), dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.

img_title Prabowo Janji Bakal Tambah Anggaran Riset: Kita Koreksi Diri Kita Sebagai Bangsa

"Tentu kita melihat kemampuan dari keuangan negara ya, dalam hal ini APBN, manakala yang berkenaan dengan proses-proses pembangunan itu akan dibebankan kepada APBN," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Prasetyo mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu menghitung dan menginventarisasi bersama untuk menentukan pondok pesantren yang berpotensi menerima dukungan anggaran.

img_title Pokok & Bunga Kredit Kopdes Rp 240 Triliun Ditanggung APBN, Purbaya: Cicilan Pertama Cair September 2026

Menurut dia, penghitungan tersebut akan dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama yang pembentukannya telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.

"Nanti dengan dibentuknya Ditjen Pondok Pesantren nanti akan coba kita hitung bersama-sama dan kita inventarisasi bersama-sama mana yang secara status itu memungkinkan," kata dia.

img_title Utang Whoosh Diambil Alih Kemenkeu, Purbaya Jamin Tak Akan Bebani APBN

Terkait apakah nantinya renovasi tersebut dilakukan kepada seluruh pesantren atau hanya pesantren-pesantren tertentu saja, Prasetyo mengatakan hal tersebut masih dalam proses penghitungan.

"Justru itu yang sedang nanti kita identifikasi, kita verifikasi, kita lihat datanya," ujarnya.

Mobil Mewah Mercy yang Remuk Tertimpa Reruntuhan Ponpes Al khoziny

Photo :
  • Tangkapan Layar YouTube Pemkab Sidoarjo

Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai melaksanakan program pelatihan bagi para santri di berbagai pondok pesantren agar memiliki pengetahuan dasar di bidang bangunan, konstruksi, dan teknik sipil.

Pelatihan itu bertujuan agar para santri dapat berperan aktif dalam pembangunan maupun renovasi fasilitas di lingkungan pesantren masing-masing.

Pemerintah berharap ke depan akan ada lebih banyak santri yang memiliki keterampilan teknis dalam mendirikan bangunan sesuai standar keamanan.

"Harapannya ketika ada proses-proses pembangunan di setiap pondok pesantren masing-masing, ada beberapa santri yang memiliki keilmuan dalam hal pendirian bangunan-bangunan," kata Mensesneg.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan pemerintah perlu membantu pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny yang ambruk dengan menggunakan APBN.

Menurutnya, penggunaan anggaran negara dalam hal ini dilakukan dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman dalam proses belajar mengajar. (Ant)

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari

Efisiensi Anggaran MBG, Menu Murah & Bergizi Berbahan Pangan Lokal Bisa Jadi Opsi

BGN tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026, sebagai langkah efisiensi dari alokasi sebelumnya yang sebesar Rp 268 triliun.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut