13 Tokoh di Balik Sumpah Pemuda, Para Perintis Persatuan yang Membentuk Identitas Bangsa Indonesia

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

VoxPop – Tanggal 28 Oktober setiap tahun selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, salah satu momentum paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada hari itu, para pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang suku berkumpul dalam Kongres Pemuda II, lalu mengikrarkan tiga janji suci, bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, Indonesia.

img_title Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026, Jadi Tokoh Wanita Berpengaruh di Indonesia

Sumpah Pemuda bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi simbol kesadaran kolektif anak muda untuk bersatu melawan penjajahan dan perpecahan. Di balik momen monumental itu, terdapat 13 tokoh penting yang berperan besar dalam mempersiapkan, menggerakkan, dan menghidupkan semangat persatuan tersebut.

Berikut ini 13 tokoh di balik lahirnya Sumpah Pemuda, sosok yang tak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pencipta arah masa depan Indonesia, melansir dari laman Kemenag NTT. 

img_title Temui Tokoh Lintas Agama di NTB, Kaesang Dapat Pesan Ini

1. Soegondo Djojopoespito

Sebagai Ketua Panitia Kongres Pemuda II, Soegondo lahir di Tuban, Jawa Timur pada 22 Februari 1905. Ia dikenal sebagai aktivis pendidikan yang pernah tinggal di rumah Ki Hajar Dewantara dan HOS Tjokroaminoto. Sosoknya berperan penting dalam mengoordinasikan jalannya kongres hingga akhirnya melahirkan Sumpah Pemuda. Soegondo wafat di Yogyakarta pada 23 April 1978.

img_title Perjalanan Kiai Jazuli, dari Mahasiswa Universitas Al-Azhar hingga Jadi Pendiri Pesantren

2. Soenario Sastrowardoyo

Penasihat panitia Kongres Pemuda II ini lahir di Madiun, 28 Agustus 1902. Sebagai pengacara bergelar Meester in de Rechten, Soenario aktif membela para aktivis pergerakan nasional. Ia juga dikenal sebagai salah satu pencetus Manifesto Politik 1925 di Belanda bersama Mohammad Hatta.

3. Johannes Leimena

Lahir di Ambon tahun 1905, Leimena adalah anggota Jong Ambon yang turut duduk dalam panitia kongres. Setelah kemerdekaan, ia menjabat sebagai menteri terlama dalam sejarah Republik Indonesia,  total 20 tahun tanpa jeda. Ia wafat di Jakarta pada 29 Maret 1977 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

4. Djoko Marsaid

Menjabat sebagai Wakil Ketua Kongres Pemuda II, Djoko merupakan pimpinan organisasi Jong Java. Ia berperan dalam menjaga dinamika dan semangat persaudaraan selama jalannya kongres.

5. Muhammad Yamin

Lahir di Sawahlunto pada 24 Agustus 1903, Yamin adalah sastrawan, budayawan, sejarawan, dan ahli hukum. Ia juga salah satu perintis puisi modern Indonesia serta perumus penting dalam Sumpah Pemuda. Namanya kini diabadikan sebagai Pahlawan Nasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut