DPR Minta Masalah Sertifikasi Guru Madrasah Diselesaikan: Keadilan Harus Ditegakkan

Anggota Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Anggota Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengatakan persoalan sertifikasi dan inpassing terhadap ribuan guru madrasah yang berlarut-larut harus segera diakhiri dengan langkah-langkah konkret dan berpihak pada keadilan.

img_title Fasilitasi 50 UMKM Sertifikasi Halal, Pertamina Dorong Perluasan Peluang Pasar

Dia mengatakan data capaian sertifikasi dan PPG dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, serta besarnya anggaran tambahan sebesar Rp2,7 triliun, harusnya menjadi momentum percepatan, bukan sekadar angka statistik. Namun kenyataannya, justru masih ada 381.326 guru yang tertinggal dan enam masalah mendasar yang disuarakan PGIN belum tuntas.

"Ini adalah pekerjaan rumah besar yang harus kita selesaikan bersama," kata Singgih dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober 2025.

img_title Mensesneg Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Tukin TNI, Singgung Nasib Guru dan Nakes di Wilayah 3T

Dia menyoroti sejumlah poin krusial yang diangkat Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) yang merupakan cerminan kegagalan sistemik, mulai dari kuota PPPK yang tidak pro guru madrasah swasta, revisi PMA 43/2014 yang menghapus pengakuan masa kerja, hingga hutang TPG dan ancaman pemotongan insentif.

Menurut dia, semua permasalahan itu adalah bom waktu yang harus segera dituntaskan. Guru-guru yang telah mengabdi puluhan tahun tidak boleh lagi dirugikan.

img_title Kepala Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Dasco: Akan Diperbaiki Agar Tidak Ada Penumpukan Pegawai

Dia pun mendesak adanya langkah-langkah korektif yang fundamental, salah satunya mendorong revisi menyeluruh terhadap Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 43 Tahun 2014.

"Prinsip keadilan harus ditegakkan. Pengakuan masa kerja guru adalah hak yang tidak boleh dihapus. Revisi peraturan ini harus menjadi prioritas Kemenag untuk mengembalikan hak-hak para guru,” kata dia.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pengelolaan anggaran sebesar Rp2,7 triliun yang sudah disetujui oleh DPR RI itu memerlukan transparansi dan penyaluran yang tepat sasaran. Dia memastikan akan mengawasi ketat implementasinya.

"Dana ini harus mampu menyentuh persoalan hutang TPG, meningkatkan insentif guru honorer, dan memastikan kuota PPPK bagi guru madrasah swasta diperluas secara signifikan dan transparan,” kata dia.

Menurut dia, program Inpassing seharusnya dihapuskan saja. Pengangkatan guru madrasah dalam PPPK, cukup berbasis data program sertifikasi dan pemberian Tunjangan Profesi Guru (TPG).

"Idealnya kalau sudah mendapatkan sertifikasi, tidak perlu lagi ada inpassing, karena itu berarti kerja dua kali bikin jadi ribet secara administratif," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut