Masih Ingat Dimas Kanjeng? Dukun yang Bisa Gandakan Uang, Kini Sudah Bebas dari Penjara

Sidang Perdana Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Probolinggo, VoxPop – Sosok Taat Pribadi, yang lebih dikenal dengan nama Dimas Kanjeng, kembali menjadi sorotan publik setelah resmi bebas bersyarat pada April 2025. Pria yang sempat dijuluki “dukun pengganda uang” itu kini dikabarkan kembali ke padepokannya di Probolinggo dan mulai aktif memimpin kegiatan keagamaan bersama para pengikutnya.

img_title 729 Pelaku Begal dan Maling Motor di Jadetabek Disikat! Ratusan Roda Dua hingga Senjata Api Disita

Pasca kebebasannya, suasana di Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, tampak kembali ramai. Puluhan hingga ratusan jemaah datang silih berganti untuk mengikuti kegiatan dzikir dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Dimas Kanjeng. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku datang dari luar kota untuk sekadar “ngalap berkah” atau mencari nasihat spiritual.

Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng (kiri) di Markas Polda Jatim sebelum dibawa ke kantor Kejaksaan Tinggi setempat pada Kamis, 19 Januari 2017.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Nur Faishal
img_title 80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar dan Lebih Mahal, Amran: Itu Penipuan

Kembalinya Dimas Kanjeng ke tengah masyarakat menimbulkan beragam reaksi. Sebagian pihak menilai bahwa mantan narapidana berhak mendapat kesempatan memperbaiki diri dan berkontribusi secara positif.

Namun, ada juga yang menyoroti potensi munculnya kembali praktik serupa seperti yang pernah mengguncang publik hampir satu dekade lalu.

img_title Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Kasus Sempat Heboh di Indonesia

Nama Dimas Kanjeng mencuat pada tahun 2016 setelah kasus penipuan dan pembunuhan yang melibatkan dirinya terungkap. Ia dikenal luas karena mengklaim memiliki kemampuan menggandakan uang secara gaib — sebuah praktik yang menarik banyak pengikut dari berbagai daerah di Indonesia. Para pengikutnya rela menyerahkan uang dalam jumlah besar, dengan janji bahwa uang tersebut akan “berlipat ganda” setelah melalui proses ritual tertentu di padepokan.

Namun, janji itu ternyata hanyalah tipu daya. Polisi menemukan bukti bahwa aktivitas di padepokan tersebut merupakan praktik penipuan terorganisir. Kasus ini semakin menggemparkan publik setelah terungkap adanya dua pembunuhan terhadap pengikutnya sendiri Ismail Hidayah dan Abdul Gani yang diduga mengetahui rahasia di balik modus penipuan tersebut.

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa Dimas Kanjeng memerintahkan pembunuhan terhadap keduanya karena khawatir rahasia “penggandaan uang” terbongkar. Sembilan orang anak buahnya ditugaskan untuk melaksanakan perintah tersebut dengan bayaran sebesar Rp320 juta.

Penangkapan Dimas Kanjeng pada 2016 tidak dilakukan secara sembarangan. Pihak kepolisian harus menyusun operasi senyap selama dua bulan untuk menghindari bentrokan dengan ribuan pengikut fanatik yang masih mempercayainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut