Istana: Yang Masih Bersinggungan dengan Narkoba Itu Ndeso!

Mensesneg Prasetyo Hadi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut orang-orang yang masih bersinggungan ataupun terlibat dengan narkoba itu kampungan.

img_title Prabowo Ungkap 1.000 WNI Jadi Korban Online Scam, RI-Thailand Perkuat Kerja Sama Keamanan

"Kalau pakai bahasa gaul, kalau yang masih bersinggungan dengan narkoba itu ndeso, itu kampungan," ucap Prasetyo kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 31 Oktober 2025.

Prasetyo lantas menegaskan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto memberantas narkoba. Komitmen inj kata dia juga masuk ke program prioritas dalam Asta Cita.

img_title Prabowo Prihatin Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi

"Jadi memang berkali-kali sejak awal, seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, bahwa salah satu program yang kemudian juga dituangkan di Asta Cita adalah mengenai pemberantasan masalah narkoba," tutur dia.

Dia menyebut, narkoba merupakan ancaman yang sangat berat dan bisa merusak generasi masa depan. Sejauh ini, Prasetyo mengatakan sudah ada 3,3 juta orang yang terdampak narkoba.

img_title Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Putri Thailand ke PM Anutin

"Oleh karena itulah Bapak Presiden menghendaki bagaimana kita bekerja keras bersama-sama dari sisi regulasi, bagaimana kita memastikan pemberantasan dan terus terang kita ingin perang dengan masalah narkoba ini, meskipun sekali lagi tidak mudah karena ini berkaitan dengan jaringan narkoba internasional," ungkap Prasetyo.

Di samping itu, Prasetyo juga menyoroti kesadaran masyarakat terkait bahaya narkoba. Dia pun mengajak lingkungan keluarga hingga lembaga pendidikan memberikan edukasi mengenai ancaman dan bahaya narkoba.

"Kita ingin memperkuat kesadaran kita, seluruh masyarakat, dimulai dari keluarga, kemudian lingkungan, kemudian di lembaga-lembaga pendidikan bagaimana terus memberikan edukasi betapa berbahayanya masalah ancaman narkoba ini," ucap dia.

"Ini fungsi dari teman-teman juga pers dan media, bagian dari bagaimana untuk kemudian kita memberikan edukasi, kesadaran kepada masyarakat kita untuk tidak perlu itu (narkoba)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti minimnya fasilitas rehabilitasi narkoba di Indonesia. Pemerintah, kata dia, berencana untuk menambah pusat rehabilitasi narkoba.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara pemusnahan narkoba

Photo :
  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Hal itu diungkap Prabowo usai menghadiri acara pemusnahan narkoba 214,8 ton di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Rabu, 29 Oktober 2025.

"Saya kira perlu tambahan pusat-pusat rehabilitasi (narkoba), ada beberapa kabupaten yang belum punya, kita harus segera nanti lengkapi," ucap Prabowo kepada wartawan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut