BEM Universitas Sunan Drajat Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Beliau Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat!

Sorot 20 tahun Reformasi - Presiden Soeharto saat mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.
Sumber :
  • Office of the Vice President of the Republic of Indonesia

VoxPop – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sunan Drajat (Unsuda) Lamongan mendukung usulan Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada Dewan Gelar untuk menetapkan Presiden ke-2 RI, Soeharto dan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional.

img_title Cara Soeharto Menyeleksi Pejabat Diungkap dalam Peringatan 105 Tahun Kelahirannya

Presiden Mahasiswa Unsuda, Firdaus, menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu belajar dari sejarah, baik dari kelebihan maupun kekurangan para pemimpinnya, guna membangun masa depan yang lebih bijak dan berkeadaban.

“Sebaik-baiknya pemimpin juga memiliki kekurangan, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pendahulunya,” ujar Firdaus dalam keterangan resminya, dikutip Minggu 9 November 2025.

img_title Pesona Pangeran Cendana, Deretan Artis Cantik Ini Pernah Singgah di Hati Anak dan Cucu Soeharto

Pidato pengunduran diri presiden Soeharto tahun 1998

Photo :
  • golkarpedia.com

Menurutnya, Soeharto merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam membangun pondasi Indonesia modern. Selain dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan visioner, Soeharto juga berjasa besar dalam menjaga kedaulatan, stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi bangsa.

img_title Dari Keluarga Bung Hatta hingga Soedirman, IKPNI Ingatkan Ancaman Bangsa Kini Tak Lagi Penjajahan Fisik

“Pak Soeharto adalah pahlawan bangsa yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Indonesia. Beliau berhasil meningkatkan produksi pertanian, memajukan industri, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai kebijakan strategis,” tambahnya.

BEM Unsuda juga menyoroti kontribusi Soeharto terhadap dunia pendidikan dan pesantren. Salah satunya adalah dukungan beliau terhadap pembangunan Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang menjadi bagian dari upaya besar dalam pengembangan pendidikan keislaman di Indonesia.

Selain itu, BEM Unsuda menilai bahwa penetapan Soeharto dan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional menjadi langkah penting dalam merawat semangat persatuan bangsa. Dua tokoh tersebut, meski berasal dari latar belakang berbeda, sama-sama berkontribusi besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia.

“Dengan meneladani semangat dan jasa mereka, generasi muda diharapkan mampu melanjutkan perjuangan dalam membangun bangsa yang adil, makmur, dan berkeadaban,” tutup Firdaus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam Presiden ke-2 RI Soeharto

Usai Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Lanjut Ziarah ke Makam Soeharto

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden RI terdahulu pada Sabtu, 20 Juni 2026. Ziarah dilakukan jelang Hari Bhayangkara ke-80.

img_title
VoxPop.co.id
20 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut