Golkar Apresiasi Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur: Simbol Rekonsiliasi Bangsa
- Dok. Istimewa
Jakarta, VoxPop – Partai Golkar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto dan sembilan tokoh bangsa lainnya, termasuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk penghormatan negara terhadap jasa besar Soeharto dalam membangun dan memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
“Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, yang telah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 RI Soeharto atau Pak Harto. Ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara Indonesia,” kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 10 November 2025 dikutip Antara.
Sarmuji menilai, penghargaan itu lebih dari sekadar pengakuan terhadap peran besar Soeharto dalam pembangunan nasional, tetapi juga atas dedikasinya yang dimulai jauh sebelum menjabat sebagai presiden. Ia menegaskan, Soeharto berperan penting sejak masa pra-kemerdekaan, pascakemerdekaan, hingga masa kepemimpinannya yang membawa Indonesia pada masa stabilitas dan pembangunan ekonomi.
Pelantikan Presiden kedua Jenderal Soeharto pada 27 Maret 1968
- Dok. Arsip Nasional RI
Menurutnya, Soeharto juga memiliki hubungan erat dengan perjalanan Golkar sebagai kekuatan politik. Sarmuji menjelaskan, Soeharto adalah Dewan Pembina Golkar yang menerapkan prinsip karya kekaryaan dalam membangun Indonesia.
“Pak Harto juga menerjemahkan pikiran Bung Karno yang melahirkan gagasan awal tentang golongan fungsional. Konsep tersebut kemudian diwujudkan beliau menjadi Golongan Karya,” ujarnya.
Sarmuji menambahkan, penghargaan negara kepada Soeharto menjadi pengingat bagi generasi penerus Golkar agar terus meneladani semangat pengabdian dan kerja keras dalam membangun bangsa. Ia menilai, Golkar lahir dari semangat pengabdian, bukan sekadar kekuasaan.
“Pak Harto telah menorehkan jejak sejarah yang membentuk wajah Indonesia modern. Beliau bukan hanya membangun infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mewariskan stabilitas dan tata kelola pembangunan yang menjadi fondasi bagi kemajuan Indonesia hari ini,” tuturnya.
Selain itu, Sarmuji juga menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur memiliki makna simbolik yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Ia menyebut, penghargaan kepada dua tokoh yang sempat berada di sisi politik berbeda itu menunjukkan semangat persatuan.
