Fakta-fakta Baru Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Terungkap, Polisi dan Densus 88 Bongkar 'Sisi Gelapnya'

Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ditemukan Tergeletak di Dekat Senjata
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, VoxPop – Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara beberapa hari lalu masih menjadi sorotan publik. Ledakan yang terjadi di kawasan Kelapa Gading itu sempat membuat panik warga dan siswa sekolah. 

img_title Ledakan di Kantor Polisi Pakistan, 14 Orang Tewas

Kini, pihak kepolisian dan Densus 88 mulai mengungkap sejumlah fakta baru terkait terduga pelaku.

Pihak kepolisian memastikan, meski lokasi ledakan berada di sekitar tempat ibadah, tetapi tidak ada unsur kebencian terhadap agama tertentu dalam insiden tersebut. Selain itu, penyelidikan juga terus dilakukan untuk mendalami motif dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan teror.

img_title Polisi Ungkap Penyebab Ledakan di Grand Polonia Medan Dipicu Gas Metana

Penyelidikan mendalam dari berbagai satuan kerja Polri dilakukan untuk memastikan motif dan latar belakang peristiwa tersebut. Dari hasil awal, muncul dugaan bahwa pelaku mengalami tekanan dari lingkungan keluarga dan sosial yang menjadi salah satu faktor pendorong tindakannya.

Berikut sejumlah fakta terbaru yang diungkap kepolisian terkait kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, sebagaimana dirangkum pada Selasa, 11 November 2025.

img_title Korban Terakhir Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Ditemukan, Total 3 Orang Tewas

SMAN 72 Jakarta

Photo :
  • Google Maps

1. Bukan Anti Agama Tertentu

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa terduga pelaku ledakan bukanlah seseorang yang anti terhadap agama tertentu maupun terafiliasi dengan kelompok ekstrem.

“Kita juga ingin meluruskan kepada masyarakat, memang terjadi di tempat ibadah, tetapi yang bersangkutan ini bukan anti agama tertentu,” kata Budi Hermanto di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara.

Ia juga menambahkan, hingga kini motif pasti pelaku masih didalami oleh penyidik. Polisi tidak ingin spekulasi liar beredar sebelum penyelidikan selesai.

2. Diduga Akibat Kurang Perhatian Keluarga

Masih menurut Budi Hermanto, salah satu faktor yang diduga berperan dalam tindakan pelaku adalah kondisi sosial dan psikologisnya. “Diduga ada kurang perhatian keluarga dan itu sudah akumulasi, artinya, dari rumah, dari keluarga dan dari lingkungan sekitar, ini yang membuat jadi akumulasi yang harusnya kita berempati,” ujar Budi.

Ia meminta masyarakat agar tidak langsung menghakimi pelaku, melainkan turut memperhatikan kondisi psikologis anak-anak di sekitar mereka agar kasus serupa tidak terulang.

3. Densus 88 Analisis Kemungkinan Keterkaitan dengan Jaringan Teror

Sementara itu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga turut turun tangan dalam penyelidikan kasus ini. “Densus 88 menganalisa, apakah ini ada kaitan dengan pelaku-pelaku aksi teror lainnya, termasuk bagaimana motif. Itu adalah kewenangan dari Densus 88,” ungkap Budi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut