Aceh Dapat Tambahan Cadangan Beras 1,700 Ton untuk Korban Banjir
- Bulog
Banda Aceh, VoxPop – Pemerintah Provinsi Aceh mendapat tambahan cadangan beras pemerintah sebanyak 1.700 ton untuk disalurkan kepada warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah kabupaten/kota se-provinsi Aceh.
"Untuk beras, kita juga sudah mendapatkan persetujuan penambahan cadangan beras pemerintah sebanyak 1.700 ton," kata Sekretaris Daerah Pemprov Aceh dan juga Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh M Nasir di Kota Banda Aceh, Senin, 1 Desember 2025.
Menurut Nasir, dalam rapat koordinasi dan evaluasi harian upaya tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, dia menyampaikan bahwa tambahan cadangan beras itu akan disebar ke daerah-daerah yang terdampak bencana.
Warga Bireuen yang terisolir banjir menerima bantuan beras via udara
- Kodam IM
Ia mengatakan bahwa saat ini bantuan beras antara lain sudah dikirim ke Aceh Utara (11 ton), Lhokseumawe (10 ton), Bireuen (85 ton), Aceh Singkil (50 ton), dan Simeulue (10 ton).
Dinas Pangan Aceh berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk mempercepat pendistribusian beras kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Nasir mengatakan bahwa pemerintah sedang mengupayakan penyaluran bahan pangan kepada warga terdampak bencana di bagian wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues masih susah dijangkau lewat darat.
Menurut dia, Pemerintah Aceh sudah koordinasi dengan Bulog untuk mengirimkan cadangan beras sebanyak 500 ton ke Aceh Tengah, tetapi masih terkendala transportasi.
"Kita sedang berupaya berkoordinasi dengan pihak yang memiliki transportasi udara seperti Hercules untuk dapat menerbangkan 500 ton ini. Kita masih menunggu kepastian berapa kali penerbangan yang diperlukan," ujar M Nasir.
Percepat Penanganan Darurat Bencana
Sebelumnya, pemerintah Aceh meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang masih melanda sejumlah wilayah Aceh, baik evakuasi warga terisolir, pembukaan konektivitas, hingga tambahan logistik.
"Kami berharap bantuan cepat dari pemerintah pusat, untuk menghindari memburuknya kondisi warga terdampak, terutama di daerah yang hingga kini masih sulit dijangkau," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir di Banda Aceh, Senin.
Permintaan itu disampaikan Sekda Aceh dalam rapat virtual bersama Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta pemerintah daerah Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
