Kronologi Pria di Gowa Diarak hingga Tewas Usai Diduga Perkosa Gadis Difabel
- Tangkapan layar media sosial
‘Hukuman Adat’
DT menyebut warga memandang tindakan itu sebagai “hukuman adat.” "Ini sudah jadi kemarahan warga sekaligus hukuman adat," ujarnya.
Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaeman membenarkan peristiwa penganiayaan yang berujung tewasnya A. Ia menyatakan situasi di Desa Rappolemba, Desa Rappoala, dan Kelurahan Cikoro’ kini terkendali.
"Memang beredar video dugaan penganiayaan. Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Tompobulu dan situasi saat ini sudah kondusif," kata Aldy.
Ia menegaskan jajarannya telah turun ke lokasi untuk memastikan keamanan wilayah.
"Kami tidak ingin underestimate, sehingga dilakukan pengecekan dan pengamanan agar situasi tetap terkendali," ujarnya.
Menurut Aldy, informasi awal menyatakan A dianiaya massa karena dugaan pemerkosaan, namun polisi masih mendalami. "Informasi awal seperti itu, namun kami masih akan memastikan kronologi kejadian sebenarnya," jelasnya.
Dalam proses penyelidikan, beberapa satuan Polres Gowa diterjunkan. "Personel yang terlibat antara lain Dokkes Polres Gowa untuk visum, Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Binmas, serta Kapolsek setempat. Kami juga berkoordinasi dengan Dokpol Polda Sulsel," pungkasnya.
