Puan Minta Pemerintah Lebih Tanggap Tangani Banjir di Aceh dan Sumatera

Ketua DPR RI Puan Maharani
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh

img_title Sampaikan Bela Sungkawa soal Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II, AHY: Segera Investigasi!

Puan pun meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.

“Kami meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa menangani kejadian ini lebih efektif, lebih baik, dan lebih tanggap,” kata Puan kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 5 Desember 2025.

img_title Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

Meski begitu, Puan meyakini bahwa seluruh elemen pemerintah telah bekerja maksimal dalam menangani bencana banjir. 

Dia pun berharap para korban dapat tertangani dengan baik dan keluarga yang terdampak diberikan ketabahan.

img_title Tak Lagi Sekadar Pindah Penduduk, Mentrans Sebut Transmigrasi Masuk Babak Baru

“Teman-teman di DPR pun sudah berusaha untuk membantu, melakukan semua hal yang bisa kami bantu, melaksanakan apa yang bisa kami lakukan,” tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah data korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Dilihat dari website resmi BNPB pada Kamis, 4 Desember 2025, pada pukul 19.27 WIB, dari data yang ditampilkan terlihat 836 orang meninggal dunia, sedangkan 509 orang masih belum ditemukan.

Selanjutnya, 2.700 ribu orang terluka. Kemudian, 51 kabupaten/kota terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Selain itu, secara total ada 10.500 rumah rusak. 326 unit fasdik rusak, 295 unit jembatan rusak, 536 fasilitas umum rusak, 185 tempat ibadah rusak dan 115 gedung perkantoran juga mengalami kerusakan.

Menkomdigi Meutya Hafid.

Meutya Hafid Bantah Pemerintah Larang Media untuk Liput Demo, Begini Penjelasannya

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah tidak pernah membatasi media massa untuk meliput dan mewartakan aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut