Formappi Sebut Peran DPRD Sangat Penting dalam Pembangunan di Manggarai, Ini Alasannya
- Dok. Istimewa
Selain karena sistem pemerintahan dengan pembagian kekuasaan yang tanggung, lanjut Lucius, faktor parpol dan pemilu juga menjadi masalah lain yang akhirnya menghasilkan anggota DPRD dan kepala daerah yang lebih sibuk mencari uang bagi diri sendiri ketimbang membangun daerah. Apalagi, kata dia, pemilu dan parpol sama-sama sentralistik, semuanya sesuai kehendak pusat.
"Siapa yang akan dipilih dan mereka yang sudah terpilih sama-sama di bawah kendali elit di pusat. Kendali parpol dan pemilu dari pusat ini mengabaikan faktor kualitas kader sesuai kebutuhan daerah dan dampaknya ke masyarakat atau pembangunan daerah," jelas dia.
Karena itu, Lucius mendorong perubahan sistem pemerintahan daerah yang memberikan pembatasan yang jelas peran DPRD sebagai pengontrol pemerintah atau kepala daerah seperti peran DPR RI menjadi pengawas atau pengontrol pemerintah.
Selain itu, kata Lucius, perlu penguatan kelompok-kelompok civil society di Manggarai khusus gereja, LSM, media dan aparatur adat untuk memastikan pemerintah daerah benar-benar bekerja untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
"Kalau kita tidak terlalu berharap penuh kepada pemerintah daerah dan DPRD di 3 Manggarai, maka peran masyarakat sipil harus diperkuat seperti Gereja dan lembaga adat yang pengaruhnya besar di Manggarai," pungkas Lucius.
