Bupati Aceh Barat: Surat Tidak Sanggup Tangani Bencana Syarat Terima Bantuan dari BNPB

Bupati Aceh Barat, Tarmizi
Sumber :
  • Dok Pemkab Aceh Barat

Meulaboh, VoxPop – Bupati Aceh Barat, Tarmizi mengatakan 'surat tidak mampu menangani bencana' di wilayahnya yang dia tandatangani pada akhir November 2025 lalu, merupakan permintaan dari lembaga penanganan bencana.

img_title BPBD Ungkap Banjir di Kota Padang Meluas ke 3 Kecamatan

"Surat itu (ketidakmampuan tangani bencana) diminta sebagai syarat dapat logistik bantuan dari BNPB," kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, Senin, 8 Desember 2025

Tarmizi mengatakan surat tersebut diminta oleh lembaga penanganan bencana kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat sebagai syarat agar Kabupaten Aceh Barat mendapatkan bantuan logistik bagi korban banjir dari BNPB.

img_title Hujan Deras Jadi Penyebab Banjir di Kota Padang, Tim SAR Imbau Warga Waspada Bencana

Surat itu memuat pernyataan pemkab tidak sanggup mengatasi bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu 26 November 2025 lalu. "Apabila Aceh Barat tidak kirim surat seperti yang diminta, maka tidak akan dapat bantuan dari BNPB," ujar Tarmizi.

Faktanya, terang Tarmizi, pemerintah daerah mampu menangani bencana di daerah setelah pihaknya bersama Forkompimda mengerahkan sejumlah personel guna membantu mengatasi bencana banjir bandang yang dialami  masyarakat di 10 kecamatan di Aceh Barat.

img_title Tim SAR Turun Gunung Bantu Evakuasi Pelajar hingga Guru Terjebak Banjir di Padang

Bentuk penanganan yang telah dilakukan antara lain membersihkan jalan yang tertutup kayu dan lumpur, membersihkan fasilitas umum yang tertutup lumpur, hingga menerobos kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, yang saat ini menyebabkan 40 KK di kawasan itu terkurung akibat kerusakan jalan akibat banjir bandang.

Tarmizi mengatakan pemda bukan tidak mampu menangani bencana, namun tidak mampu memperbaiki semua infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.

Hingga saat ini, kata dia, jumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang di Aceh Barat mencapai Rp203 miliar lebih, karena telah merusak berbagai sarana dan fasilitas umum seperti jalan, jembatan, jembatan gantung, aneka fasilitas umum, serta ratusan rumah warga, termasuk sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.

Pemkab Aceh Barat, lanjutnya, saat ini juga terus berupaya mendistribusikan bantuan ke masyarakat yang terdampak bencana, termasuk telah mendirikan dapur umum di lokasi bencana guna membantu masyarakat mendapatkan pasokan makanan saat tanggap darurat.

"Bukan daerah tidak mampu menangani bencana, kalau untuk pembersihan lokasi banjir pengiriman bantuan kita mampu. Kalau memperbaiki kerusakan pasca-bencana jelas tidak mampu, karena daerah tidak punya kemampuan anggaran sebesar itu, Rp203 miliar itu sangat besar," kata Bupati Aceh Barat Tarmizi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut