Update BNPB: 969 Orang Tewas Imbas Bencana Sumatera, 252 Masih Hilang
- Setkab RI
Jakarta, VoxPop – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah data korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dilihat dari website resmi BNPB pada Rabu, 10 Desember 2025, pada pukul 18.23 WIB, dari data yang ditampilkan terlihat 969 orang meninggal dunia, sedangkan 252 orang masih dinyatakan hilang.
Selanjutnya, 5.000 ribu orang terluka. Kemudian, 52 kabupaten/kota terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Banjir merendam salah satu desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat
- ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat
Selain itu, secara total ada 158.000 rumah rusak. 581 unit fasdik rusak, 498 unit jembatan rusak, 1.200 fasilitas umum rusak, 434 tempat ibadah rusak dan 290 gedung perkantoran juga mengalami kerusakan.
Diketahui, Bencana banjir dan longsor yang mengguyur Sumatera pada akhir November hingga awal Desember 2025 menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Hujan deras selama enam hari berturut-turut membuat ribuan rumah hancur, jalan terputus, ratusan warga meninggal dunia, hilang, hingga ribuan warga terpaksa mengungsi.
Aceh tercatat sebagai provinsi dengan dampak paling parah, sementara Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga mengalami kerusakan signifikan. Korban jiwa terus bertambah, dan ribuan orang masih membutuhkan bantuan darurat.
Menanggapi situasi ini, Presiden Prabowo Subianto sejumlah komitmen untuk membantu korban banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Berikut daftar janji Prabowo Subianto, sebagaimana dirangkum pada Senin, 8 Desember 2025.
1. Bantuan Dana Rp4 miliar untuk Daerah Terdampak
Prabowo menyetujui usulan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memberikan bantuan anggaran bagi kabupaten terdampak. Bahkan, ia menggandakan jumlahnya menjadi Rp4 miliar per kabupaten. “Anda minta Rp2 miliar per kabupaten, ya. Saya kasih Rp4 miliar,” ujar Prabowo.
2. Penguatan Layanan Kesehatan di Pengungsian
Prabowo juga meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menurunkan dokter magang atau peserta program internship ke lokasi-lokasi pengungsian. Langkah ini bertujuan memastikan korban banjir dan longsor mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
3. Pembentukan Satgas Perbaikan Jembatan rusak
Presiden menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Perbaikan Jembatan. Satgas ini bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital yang rusak akibat banjir.
