Disebut Kirim Bantuan Kardus Kosong untuk Korban Bencana, Begini Penjelasan TNI

Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan (Perbekang) 5 ARY, Letkol CBA Supriyanto
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – TNI menjelaskan konsep airdrop helibox yang dikirim ke wilayah-wilayah terdampak bencana Sumatera yang sulit dijangkau melalui pendaratan langsung. Pasalnya, beredar video bernarasi bantuan yang disalurkan oleh TNI ke warga terdampak bencana di Sumatera hanya kardus kosong.

img_title Menhan Sjafrie Ungkap Kekuatan Tempur TNI Terpenuhi, Mulai dari Alutsista hingga Amunisi

Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan (Perbekang) 5 ARY, Letkol CBA Supriyanto, menjelaskan bahwa bantuan dijatuhkan menggunakan prosedur baku dengan muatan yang sahih, sesuai kaidah keselamatan penerjunan udara. Ia pun memaparkan secara rinci mekanisme pengemasan logistik dengan metode airdrop tersebut.

“Setiap helibox yang diterjunkan telah melalui inspeksi setelah diisi, diperiksa oleh anggota, dan disaksikan perwira. Baik sebelum dinaikkan ke truk maupun sebelum dimuat ke pesawat. Isinya dicek, tali dan lakbannya dipastikan kuat,” ujar Supriyanto yang bertugas sebagai Komandan Tim Rigger Airdrop pada Satgas Udara, dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

img_title TNI Buka Suara Soal Dugaan Prajurit Aniaya Polisi Hingga Tewas di Asrama Brimob Slipi

Helikopter Caracal TNI AU mendaratkan bantuan di Bener Meriah Aceh Tengah

Photo :
  • TNI AU

“Tidak mungkin helibox kosong bisa ikut diterjunkan,” tegasnya. 

img_title Menuju Olimpiade 2028, PBTI dan TNI Siap Sukseskan Asian Taekwondo Open di Jakarta

Ia menjelaskan bahwa helibox memiliki tinggi sekitar 73 sentimeter, sementara muatan logistik di dalamnya berada di kisaran 30 sentimeter. Hal itu menyisakan rongga di bagian atas sekitar 35–37 sentimeter. Secara kasat mata, kondisi tersebut kerap terlihat seolah kosong, padahal muatan telah terikat dan terpatri di bagian dalam.

“Batas maksimal berat helibox adalah 5 kilogram. Jika diisi penuh, beratnya bisa mencapai 9 kilogram dan berisiko rusak saat airdrop. Karena itu, muatan tidak diisi sampai penuh ke atas. Inilah yang sering menimbulkan salah sangka,” jelasnya.

Muatan logistik yang dikemas berupa kebutuhan logistik, seperti beras atau mi instan, disusun dengan perhitungan khusus agar tidak menguncup ke bawah atau remuk di udara saat dilepas dari pesawat. Tali-tali pengikat disusun membentuk kipas, sesuai pakem penerjunan, guna menjaga keseimbangan helibox saat melayang menuju daratan.

Lebih lanjut, Supriyanto memaparkan bahwa terdapat empat lapis penyaringan dalam setiap proses airdrop. Pertama, pemeriksaan oleh tim rigger saat pengepakan. Kedua, pemeriksaan ulang oleh tim rigger dan personel hanggar TNI AU saat pemuatan ke truk. 

Ketiga, pengecekan oleh kru pesawat sebelum proses loading. Keempat, koordinasi dengan satuan teritorial di darat untuk memastikan hasil airdrop aman, utuh, dan tepat sasaran.

Helikopter Caracal TNI AU mendaratkan bantuan di Aceh Tengah

Photo :
  • TNI AU

“Kalau helibox kosong, dari filter pertama sudah gugur. Sampai hari ini, alhamdulillah, tidak ada laporan dari bawah bahwa helibox itu kosong, sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian oknum atau warganet,” tegasnya.

Ia berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang keliru agar masyarakat memahami bahwa setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara telah melalui proses yang tertib, cermat, dan berlapis, demi memastikan logistik benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,” pungkasnya.

Menhan Sjafrie Tinjau Latihan TNI di Riau

Menhan Sjafrie Usul Latihan dan Pembinaan TNI Dilakukan 3 Kali dalam Setahun, Ini Alasannya

Menhan latihan terintegrasi dan pembinaan TNI dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun untuk memperkuat kesiapan personel, alat utama sistem senjata (alutsista).

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut