Eks Menag Yaqut Bakal Ditahan Secepatnya
- kemenag
Jakarta, VoxPop – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bakal segera menahan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YQC) dan mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex. Adapun KPK telah menetapkan keduanya sebagai tersangka di kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
"Terkait penahanan nanti kami akan update. Tentu secepatnya, karena KPK tentu juga ingin agar proses penyidikan bisa berjalan efektif," ucap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Januari 2026.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
- ANTARA/Rio Feisal
Ia menjelaskan bahwa Yaqut dan Gus Alex disangkakan Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
Namun, Budi mengatakan BPK masih melakukan kalkulasi kerugian negara dalam kasus tersebut.
"BPK saat ini masih terus melakukan kalkulasi untuk menghitung besarnya nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari perkara ini," kata Budi.
Sebagai informasi, Lembaga antirasuah mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi kuota haji pada 7 Agustus 2025 lalu. Dari situ, KPK mulai menaikan status perkara tersebut ke penyidikan pada 9 Agustus 2025 dan menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk menghitung kerugian negara.
Budi mengungkapkan perhitungan awal kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023-2024 mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
Budi menjelaskan perhitungan tersebut baru dilakukan oleh internal KPK. Namun, hal tersebut sudah didiskusikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
KPK kemudian mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.
Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus pada era Menag Yaqut Cholil, serta Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.
Pada 18 September 2025, KPK menduga sebanyak 13 asosiasi dan 400 biro perjalanan haji terlibat kasus tersebut. Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyatakan telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.
